
J5NEWSROOM.COM – Kota Batam masih memiliki pekerjaan besar untuk mencapai target 1,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2026. Hingga Agustus 2026, kunjungan wisman tercatat sebanyak 1.147.738 atau sekitar 67,5 persen dari target tahunan. Artinya, masih dibutuhkan 552.262 kunjungan dalam empat bulan terakhir tahun ini.
Angka tersebut bukan perkara kecil. Batam harus mampu menarik rata-rata sekitar 138.066 kunjungan wisman setiap bulan mulai September hingga Desember 2026. Target ini membutuhkan langkah yang lebih agresif, terukur, dan kreatif dari Pemerintah Kota Batam, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
J5NEWSROOM.COM memandang, capaian hingga Agustus merupakan modal yang cukup baik untuk menjaga optimisme. Apalagi, kunjungan wisman pada Agustus mencapai 183.281, tertinggi selama periode Januari–Agustus 2026. Jumlah itu meningkat 27,70 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencatatkan 143.523 kunjungan.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa Batam masih memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara. Namun, capaian yang positif tidak boleh membuat pemerintah daerah terlena. Justru, momentum pertumbuhan ini harus dijaga dan diperkuat agar target tahunan tidak sekadar menjadi angka dalam dokumen perencanaan.
Salah satu kekuatan utama pariwisata Batam adalah kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia. Kedua negara ini merupakan pasar utama yang selama ini menyumbang sebagian besar kunjungan wisman ke Kota Batam.
Data Agustus 2026 menunjukkan, wisatawan asal Singapura mencapai 72.783 kunjungan atau 39,71 persen dari total wisman. Sementara itu, wisatawan asal Malaysia mencapai 71.780 kunjungan atau 39,16 persen.
Jika digabungkan, kedua negara tersebut menyumbang hampir 79 persen kunjungan wisman ke Batam pada Agustus 2026. Fakta ini menegaskan betapa pentingnya pasar regional bagi keberlangsungan industri pariwisata Kota Batam.
Karena itu, J5NEWSROOM.COM mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk menggenjot kembali berbagai terobosan promosi, terutama dengan menyasar wisatawan Singapura dan Malaysia. Salah satu peluang yang patut dimanfaatkan adalah perbedaan nilai tukar dolar Singapura terhadap rupiah yang membuat daya beli wisatawan dari negeri jiran tersebut relatif menarik ketika berbelanja di Batam.
Setiap akhir pekan, warga Singapura dan Malaysia datang ke Batam untuk berwisata, menikmati kuliner, menginap di hotel, mengunjungi pusat hiburan, dan berbelanja. Pola perjalanan singkat seperti ini merupakan pasar potensial yang perlu digarap lebih serius.
Dinas Pariwisata perlu mengemas promosi yang lebih spesifik untuk menjawab kebutuhan mereka. Misalnya, paket wisata akhir pekan yang menggabungkan transportasi, hotel, kuliner, belanja, spa, wisata keluarga, serta kunjungan ke destinasi unggulan.
Promosi juga perlu diperkuat melalui kerja sama dengan operator feri, hotel, pusat perbelanjaan, restoran, agen perjalanan, dan pelaku industri pariwisata di Singapura serta Malaysia. Kampanye digital yang menyasar calon wisatawan berdasarkan minat dan lokasi juga perlu diperluas.
Peluang tersebut bukan berarti Batam cukup bergantung pada dua negara tetangga. Wisatawan dari Tiongkok, India, Filipina, dan negara lainnya tetap perlu dibidik melalui promosi yang sesuai dengan karakter pasar masing-masing.
Data Agustus 2026 mencatat kunjungan wisatawan Tiongkok sebanyak 6.269, India 4.714, dan Filipina 2.112. Angka ini menjadi pengingat bahwa diversifikasi pasar masih terbuka lebar untuk dikembangkan.
J5NEWSROOM.COM mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang aktif menggelar serta mendukung berbagai kegiatan budaya, olahraga, hiburan, dan ekonomi kreatif untuk memperkuat daya tarik wisata.
Sejumlah kegiatan pada 2026 menunjukkan upaya tersebut. Di antaranya Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 yang berlangsung pada 2–5 Juli di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Festival budaya ini kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program nasional yang menetapkan 125 event unggulan di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi ruang pelestarian budaya Melayu sekaligus sarana memperkenalkan Batam kepada khalayak yang lebih luas.
Batam juga menyelenggarakan Nadim Festival 2026 yang mengangkat sastra dan kebudayaan sebagai bagian dari pengembangan pariwisata. Festival yang berlangsung di Museum Raja Ali Haji ini menunjukkan bahwa daya tarik Batam tidak hanya terletak pada wisata belanja dan hiburan, tetapi juga pada kekayaan seni, sejarah, dan budaya.
Di kawasan Nongsa, Festival Mancing Ngarong VI memadukan tradisi masyarakat pesisir dengan kegiatan hiburan, bazar UMKM, dan nonton bareng pertandingan sepak bola. Konsep ini menarik karena menggabungkan pengalaman wisata berbasis budaya lokal dengan kegiatan yang dekat dengan minat masyarakat.
Kegiatan lainnya adalah Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri 2026 yang digelar pada 27 September 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan tradisi Tionghoa dengan beragam kesenian Nusantara dan melibatkan peserta dari dalam maupun luar negeri.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa Batam memiliki modal untuk mengembangkan pariwisata berbasis event. Namun, keberhasilan sebuah kegiatan tidak cukup diukur dari kemeriahan acara, jumlah penonton, atau banyaknya unggahan di media sosial.
Yang lebih penting adalah sejauh mana kegiatan tersebut mampu mendatangkan wisatawan dari luar daerah dan luar negeri, meningkatkan tingkat hunian hotel, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta menambah belanja mereka selama berada di Batam.
Karena itu, setiap event perlu dirancang dengan sasaran pasar yang jelas. Jika ingin menarik wisatawan Singapura dan Malaysia, promosi harus menjangkau masyarakat di kedua negara tersebut jauh sebelum kegiatan berlangsung. Informasi mengenai jadwal acara, akses feri, akomodasi, paket wisata, dan destinasi pendukung harus tersedia dengan mudah.
Dinas Pariwisata juga perlu menyusun evaluasi setiap kegiatan berdasarkan indikator yang terukur, termasuk asal pengunjung, jumlah wisatawan luar negeri, tingkat hunian hotel, transaksi UMKM, dan dampak ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, anggaran promosi dan penyelenggaraan event dapat memberikan manfaat yang lebih nyata.
Wisata Belanja dan Kurs Mata Uang Harus Menjadi Strategi
Batam memiliki keunggulan berupa akses transportasi laut yang relatif mudah dari Singapura dan Malaysia. Pada Agustus 2026, sebanyak 88,18 persen kunjungan wisman tercatat melalui jalur laut, sedangkan 11,82 persen lainnya melalui jalur udara.
Konektivitas tersebut merupakan modal penting untuk mengembangkan wisata akhir pekan. Wisatawan tidak harus mengambil cuti panjang untuk menikmati Batam. Mereka dapat datang pada Sabtu, berbelanja, menikmati kuliner, mengunjungi tempat hiburan, menginap, lalu kembali pada Minggu.
Daya tarik wisata belanja juga perlu terus diperkuat. Perbedaan nilai tukar mata uang dapat menjadi salah satu pertimbangan wisatawan dalam menentukan tujuan perjalanan, tetapi pemerintah dan pelaku usaha tidak boleh mengandalkannya semata.
Kualitas barang, harga yang kompetitif, keramahan pelayanan, kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan kemudahan transaksi tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung kembali.
J5NEWSROOM.COM mendorong Dinas Pariwisata bersama pelaku usaha agar mengembangkan paket belanja yang menarik, promosi lintas negara, agenda diskon akhir pekan, serta kolaborasi dengan pusat perbelanjaan, restoran, hotel, dan destinasi wisata.
Dengan strategi yang tepat, belanja wisatawan tidak hanya mengalir ke pusat perbelanjaan besar, tetapi juga dapat dinikmati pedagang kecil, pengusaha kuliner, pengemudi transportasi, pemandu wisata, pekerja hotel, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pariwisata Harus Menggerakkan Ekonomi Masyarakat
Bagi Batam, pariwisata bukan sekadar urusan mendatangkan orang dari luar negeri. Sektor ini juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan memperluas kesempatan kerja.
Ketika wisatawan bertambah, kebutuhan terhadap kamar hotel, makanan, transportasi, hiburan, cendera mata, dan berbagai jasa lainnya ikut meningkat. Perputaran uang tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam rantai ekonomi pariwisata.
Karena itu, pengembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. UMKM lokal harus diberi ruang untuk masuk dalam rangkaian event, hotel, pusat oleh-oleh, dan paket wisata.
J5NEWSROOM.COM juga memandang pentingnya dukungan semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pengelola pelabuhan dan bandara, operator transportasi, pengusaha hotel, restoran, pusat perbelanjaan, pengelola destinasi, komunitas budaya, hingga masyarakat.
Keamanan, ketertiban, kebersihan, keramahan, dan kenyamanan harus menjadi tanggung jawab bersama. Promosi yang gencar akan kehilangan makna apabila wisatawan menghadapi pelayanan yang buruk, lingkungan yang tidak terawat, atau pengalaman yang tidak sesuai dengan informasi yang mereka terima.
Dalam konteks yang lebih luas, potensi pariwisata Kepulauan Riau juga tidak berhenti di Batam. Natuna, Anambas, Lingga, dan daerah lainnya memiliki kekayaan alam serta budaya yang perlu diperkenalkan secara lebih luas. Peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan membangun kepercayaan wisatawan menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
J5NEWSROOM.COM mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk menggenjot kembali langkah-langkah terobosan dalam mendatangkan wisatawan mancanegara. Dengan sisa kebutuhan 552.262 kunjungan untuk mencapai target 1,7 juta wisman pada 2026, diperlukan strategi promosi yang lebih agresif, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Kami menilai, pasar Singapura dan Malaysia harus menjadi salah satu prioritas utama. Momentum perbedaan nilai tukar dolar Singapura terhadap rupiah perlu dimanfaatkan melalui promosi wisata belanja, paket akhir pekan, serta kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di kedua negara. Pada saat yang sama, upaya memperluas pasar ke negara lain harus terus dilakukan agar pertumbuhan pariwisata Batam semakin berkelanjutan.
J5NEWSROOM.COM mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Batam dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang aktif menggelar serta mendukung berbagai event budaya, olahraga, hiburan, dan ekonomi kreatif. Kegiatan seperti Kenduri Seni Melayu, Nadim Festival, Festival Mancing Ngarong, serta Pawai Khitong dan Budaya Nusantara merupakan modal promosi yang patut dikembangkan. Ke depan, setiap event perlu semakin diarahkan untuk mendatangkan wisatawan dari luar negeri dan menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur.
J5NEWSROOM.COM memandang, meningkatnya kunjungan wisman harus berdampak pada pergerakan ekonomi warga Kota Batam. Pariwisata tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pelaku usaha, tetapi harus membuka peluang bagi UMKM, pekerja, pedagang, pengemudi, pelaku seni, dan masyarakat di sekitar destinasi.
Untuk itu, dukungan semua pemangku kepentingan dan masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah harus memperkuat promosi dan fasilitas, pelaku usaha meningkatkan kualitas pelayanan, sementara masyarakat ikut menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban, dan keramahan kota.
Dengan capaian 1.147.738 kunjungan hingga Agustus 2026, Batam telah menempuh sekitar dua pertiga perjalanan menuju target tahunan. Empat bulan terakhir harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama, bukan sekadar mengejar angka statistik.
Target 1,7 juta wisman memang menantang. Namun, melalui promosi yang tepat, event yang berkualitas, pelayanan yang baik, serta kolaborasi lintas sektor, Batam memiliki peluang untuk menjaga pertumbuhan pariwisatanya sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pariwisata Batam harus tumbuh, wisatawan harus merasa nyaman, dan masyarakat harus ikut menikmati manfaatnya.
Suai?
