
J5NEWSROOM.COM, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026 yang akan dikemas dalam Festival Seni Tamadun Melayu. Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Paparan Tim Kreatif KEN 2026 di Ruang Rapat Kantor Bupati Lingga, Kamis (24/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Bupati Lingga M. Nizar bersama Wakil Bupati Lingga Novrizal, Asisten I, Asisten II, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, Tim Kreatif KEN, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Tim Kreatif KEN memaparkan sejumlah konsep dan gagasan kegiatan yang akan menjadi bagian dari rangkaian Festival Seni Tamadun Melayu. Paparan ini diharapkan menjadi masukan sekaligus bahan penyempurnaan konsep sebelum kegiatan digelar.
Pembentukan Tim Kreatif KEN menjadi bagian penting dalam mempersiapkan acara agar memiliki konsep yang lebih menarik, kreatif, dan mampu memberi nilai tambah bagi promosi pariwisata Kabupaten Lingga. Tim ini nantinya akan berkolaborasi dengan OPD teknis dalam mengembangkan konsep yang telah disusun, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan terpadu dan melibatkan berbagai sektor.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lingga Novrizal mengajak seluruh kepala OPD, Tim Kreatif KEN, dan pihak terkait untuk bersama-sama memberi masukan demi kelancaran pelaksanaan KEN 2026.
“Hari ini kami mengajak semua kepala OPD dan seluruh undangan untuk memberikan masukan dan saran untuk kegiatan KEN 2026 yang rencananya akan dilaksanakan sekitar tanggal 6 sampai 11 November 2026. Seluruh dananya bersumber dari anggaran Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.
Novrizal menuturkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seni dan budaya, tetapi juga harus menjadi sarana promosi Kabupaten Lingga kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.
Festival Seni Tamadun Melayu Kabupaten Lingga Tahun 2026 sendiri mengangkat kekayaan tamadun, sejarah, tradisi, dan nilai-nilai Melayu yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Lingga sebagai bagian penting dari identitas daerah yang dikenal sebagai Bunda Tanah Melayu.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Lingga diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah Melayu. Selain memperkenalkan kekayaan budaya, penyelenggaraan KEN juga diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lingga.
Peningkatan kunjungan wisatawan itu diharapkan berdampak pada berbagai sektor ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, kerajinan, transportasi, perhotelan, penginapan, hingga sektor ekonomi kreatif lainnya, yang berpotensi mendapat manfaat dari meningkatnya aktivitas selama festival berlangsung.
Pemerintah daerah berharap geliat ekonomi yang muncul dari kegiatan tersebut dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga.
Editor: Agung
