
J5NEWSROOM.COM, Batam – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk mendorong potensi ekonomi daerah menjadi investasi, kegiatan usaha, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Kepri 2026 di Harris Hotel Batam Centre, Kamis (24/9/2026).
Rapimprov yang mengusung tema “Dari Amanah Menuju Aksi: Memperkuat Peran Strategis Kadin dalam Mendorong Ekonomi Kepri yang Inklusif, Berdaya Saing dan Berorientasi Global” menjadi momentum konsolidasi kepengurusan Kadin Kepri periode 2026-2031. Forum tersebut juga membahas agenda strategis organisasi untuk lima tahun mendatang.
Ketua Umum Kadin Kepri Mustava mengatakan Rapimprov tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan langkah konkret yang memberikan manfaat bagi dunia usaha dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya mengukur keberhasilan organisasi melalui dampak nyata, seperti kemudahan investasi, peningkatan kapasitas UMKM, pembukaan lapangan kerja, perkembangan industri dan perdagangan, serta perluasan pasar produk Kepri.
Mustava menyebut Kepri memiliki posisi strategis karena berada di kawasan perbatasan dan berhadapan langsung dengan pusat pertumbuhan ekonomi regional, seperti Singapura dan Malaysia. Selain kawasan industri dan pelabuhan, Kepri memiliki potensi di sektor maritim, pariwisata, perdagangan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga investasi yang perlu dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi konkret.
Untuk itu, Kadin Kepri akan memperkuat advokasi dan fasilitasi dunia usaha, termasuk di sektor UMKM, sumber daya manusia, perdagangan, industrialisasi dan hilirisasi, ekonomi digital, ekonomi hijau, kemaritiman, pariwisata, konektivitas, serta logistik. Kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, lembaga keuangan, BUMN, BUMD, asosiasi usaha, investor, dan mitra internasional juga akan diperkuat.
Dalam Rapimprov tersebut, Kadin Kepri turut membahas program kerja periode 2026-2027. Mustava meminta setiap program memiliki target, indikator keberhasilan, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, dan hasil yang dapat diukur. Ia juga mendorong penguatan organisasi melalui pembangunan database anggota, peningkatan pelayanan, serta penguatan Kadin di tingkat kabupaten dan kota.
Rapimprov Kadin Kepri 2026 diharapkan menghasilkan tiga hal utama, yakni konsolidasi organisasi, program kerja yang konkret dan terukur, serta rekomendasi dunia usaha kepada pemerintah dan Kadin Indonesia. Melalui agenda tersebut, Kadin Kepri ingin memastikan potensi daerah tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat diwujudkan menjadi kegiatan ekonomi yang berdampak bagi masyarakat.
Editor: Agung
