Mengakselerasi Kemajuan, BP Batam Bangun Fondasi Batam yang Berdaya Saing

Kepala BP Batam Amsakar Achmad. (Foto: Humas BP Batam)

J5NEWSROOM.COM, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat langkah pembangunan dan transformasi kawasan sepanjang September 2026. Berbagai program strategis dijalankan, mulai dari peningkatan infrastruktur dasar, penguatan layanan air bersih, pengembangan investasi industri digital, hingga penjajakan kerja sama internasional di sektor energi terbarukan.

Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, sejumlah agenda pembangunan diarahkan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Batam berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan infrastruktur menjadi salah satu prioritas BP Batam dalam mendukung perkembangan kawasan. Melalui program pembangunan infrastruktur 2026, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam terus melakukan peningkatan jalan, drainase, serta penataan ruang publik.

Dari total 19 pekerjaan perbaikan jalan yang direncanakan, sebanyak 12 pekerjaan telah rampung pada awal September. Selain itu, penanganan 29 titik banjir juga dilakukan melalui peningkatan drainase, pembangunan saluran, serta normalisasi di sejumlah kawasan strategis.

Penataan kota turut diperkuat melalui penghijauan dan persiapan penerapan sistem Smart Integrated Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk mendukung pemantauan lampu jalan secara terintegrasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan Batam sebagai kawasan investasi yang memiliki infrastruktur memadai sekaligus lingkungan perkotaan yang semakin tertata.

Pelayanan Air Bersih dan Ketahanan Infrastruktur Dasar

Di sektor pelayanan publik, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir terus melakukan pemulihan dan penguatan jaringan distribusi air bersih.

Setelah pekerjaan perbaikan dan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning, pemantauan suplai air dilakukan secara bertahap. Penguatan jaringan juga diprioritaskan pada sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan tekanan dan distribusi air.

Penanganan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pemenuhan kebutuhan jangka pendek menggunakan armada mobil tangki serta penguatan jaringan distribusi untuk solusi jangka panjang.

Di sisi lain, BP Batam juga mendorong pembangunan instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) bagi industri data center di kawasan Kabil dan KEK Nongsa.

Kebijakan ini diarahkan agar kebutuhan air industri dapat dipenuhi melalui pengolahan air laut secara mandiri, sehingga tidak menambah beban sumber air baku waduk yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

Dalam proyeksi dua hingga tiga tahun mendatang, kapasitas produksi air melalui SWRO ditargetkan mencapai sekitar 750 liter per detik pada tahap awal dan berpotensi meningkat hingga 1.000 liter per detik.

Bidik Transformasi Batam sebagai Pusat Ekonomi Digital

Perkembangan industri data center menjadi salah satu peluang strategis yang terus dikawal BP Batam.

Berdasarkan pemetaan BP Batam, kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center di Batam mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BP Batam bersama PLN Batam mendorong kesiapan infrastruktur energi melalui paradigma Utility First, Investment Follows.

Pendekatan ini menempatkan kesiapan listrik, kepastian tarif, ketahanan air, dan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi sebelum investasi baru dikembangkan.

Langkah tersebut penting untuk memastikan pertumbuhan industri digital tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga tetap memperhatikan ketersediaan utilitas bagi masyarakat.

Waste to Energy, Ubah Sampah Menjadi Peluang Energi Terbarukan

Komitmen BP Batam dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan juga diperlihatkan melalui partisipasi dalam Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026 di Yokohama, Jepang, pada 3-4 September 2026.

Dalam forum tersebut, BP Batam memperkenalkan peluang pengembangan Waste to Energy (WtE) kepada calon mitra internasional.

Dengan volume sampah mencapai sekitar 1.205 ton per hari, Batam dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Respons awal datang dari JFE Engineering Corporation. Berdasarkan estimasi awal perusahaan Jepang tersebut, potensi pengolahan sampah Batam diperkirakan dapat menghasilkan listrik sekitar 20 megawatt (MW), setara kebutuhan sekitar 20.000 rumah.

Meski demikian, angka tersebut masih memerlukan kajian kelayakan lebih lanjut. BP Batam pun membuka peluang kerja sama penyusunan Feasibility Study (FS) sebagai tahapan awal pengembangan proyek.

Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya mendorong investasi hijau sekaligus menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pembangunan Batam juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dimulainya pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang pada 24 September 2026.

Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 18,5 hektare tersebut direncanakan melayani jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dengan sistem boarding school.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra turut menghadiri seremoni peletakan tiang pancang perdana pembangunan sekolah tersebut.

Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2028 dan diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak di kawasan Rempang, Galang, dan wilayah hinterland lainnya.

Kehadiran fasilitas pendidikan tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Perencanaan Anggaran 2027, Perkuat Arah Pembangunan

Komitmen pembangunan juga tercermin dalam penyampaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BP Batam Tahun Anggaran 2027 kepada Komisi VI DPR RI.

BP Batam mengusulkan pagu anggaran sebesar Rp2,44 triliun yang seluruhnya bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp665,11 miliar dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur, meliputi fasilitas pelabuhan, jalan, jembatan, bandara, drainase, air bersih, pengelolaan limbah, kawasan wisata, hingga fasilitas kesehatan.

Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung percepatan perizinan investasi, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan konektivitas dan daya saing kawasan.

Berbagai agenda sepanjang September 2026 menunjukkan bahwa pembangunan Batam tidak hanya berorientasi pada peningkatan investasi, tetapi juga pada penguatan infrastruktur dasar, pelayanan masyarakat, ketahanan energi dan air, serta pengembangan sumber daya manusia.

Sinergi BP Batam bersama pemerintah, pelaku usaha, mitra internasional, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program pembangunan memberikan dampak yang lebih luas.

Ke depan, BP Batam terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif, pelayanan publik yang semakin baik, serta pembangunan kawasan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dengan fondasi pembangunan yang semakin diperkuat, Batam diharapkan mampu mempertahankan daya saing sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas sekaligus tumbuh menjadi pusat ekonomi modern yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Editor: Agung