
J5NEWSROOM.COM, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan tema dan logo Hari Santri 2026. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” yang menegaskan peran santri dalam mempertahankan tradisi keilmuan pesantren sekaligus menjaga persatuan Indonesia.
Sekretaris Jenderal PBNU Gus Gudfan Arif mengatakan tema tersebut membawa pesan agar kemajuan zaman tidak membuat santri kehilangan akar keilmuan, adab, dan tradisi pesantren. Menurutnya, santri tetap perlu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai yang diwariskan para masyayikh.
Gus Gudfan mengatakan akar tradisi yang kuat menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi berbagai tantangan baru. Santri tidak hanya diharapkan menjaga tradisi pesantren, tetapi juga ikut memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, bangsa, dan negara.
Frasa “Menjaga Keutuhan Negeri” dalam tema Hari Santri 2026 juga mengingatkan kembali perjalanan kaum santri dalam sejarah Indonesia. Pesantren dan santri dinilai memiliki tanggung jawab untuk merawat persaudaraan, menjaga kebinekaan, dan memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pesan tersebut turut dituangkan dalam logo Hari Santri 2026 yang memuat sejumlah elemen, yakni akar, kitab terbuka, kubah, dan bintang. Akar melambangkan tradisi dan sanad keilmuan, kitab menggambarkan ilmu pengetahuan serta tradisi intelektual pesantren, kubah merepresentasikan nilai spiritual, sementara bintang menjadi simbol cita-cita luhur santri.
Peluncuran tema dan logo tersebut juga menjadi bagian dari momentum baru PBNU setelah diumumkannya susunan Pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031. PBNU berharap peringatan Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan nilai ilmu, adab, keteladanan, kepedulian, dan tanggung jawab menjaga negeri.
PBNU mengajak seluruh jajaran NU, pesantren, santri, dan masyarakat menjadikan Hari Santri 2026 sebagai momentum memperkuat nilai keilmuan, akhlak, persaudaraan, dan kebangsaan. Seluruh struktur NU juga didorong menyosialisasikan tema dan logo tersebut melalui berbagai kegiatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Editor: Agung
