Lima Bulan Didera Krisis Air Bersih, Warga Nongsa Batam Gelar Aksi Demo

Tangki air milik Polda Kepri sedang mendistribusikan air bersih untuk warga di Nongsa Batam. (Foto: Humas Polda Kepri)

J5NEWSROOM.COM, Batam – Sekitar 150 warga Kavling Bakau Serip, RT 003/RW 002, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (5/10/2026). Mereka memprotes gangguan pasokan air bersih yang disebut telah berlangsung selama lima bulan.

Dalam aksi tersebut, warga meminta pemerintah dan pihak pengelola layanan air segera memberikan solusi agar pasokan air kembali mengalir normal ke permukiman.

Warga mengatakan, kondisi tersebut telah mengganggu kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, memasak, mencuci hingga kebutuhan sanitasi.

Salah seorang warga, Rizgi, mengatakan masyarakat berharap pasokan air dari Dam Duriangkang dapat dialirkan ke wilayah Kavling Bakau Serip.

“Sudah lima bulan air di tempat kami mati. Kami hanya meminta hak kami untuk mendapatkan air bersih yang bisa mengalir normal,” kata Rizgi saat aksi berlangsung, Senin.

Menurut dia, warga membutuhkan kepastian mengenai solusi dan waktu normalisasi pasokan air. Warga juga meminta adanya pengaliran air dari Dam Duriangkang karena menilai pasokan dari Dam Nongsa belum mencukupi kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut.

“Kami berharap air dari Dam Duriangkang bisa dialirkan ke kavling kami. Informasinya, air dari Dam Nongsa sudah banyak digunakan untuk kebutuhan kawasan data center,” ujar Rizgi.

Pernyataan mengenai penggunaan pasokan air dari Dam Nongsa untuk kawasan data center tersebut merupakan informasi yang disampaikan warga dalam aksi.

Polda Kepri Salurkan Air Bersih

Di tengah aksi warga, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau bersama Polresta Barelang dan Polsek Nongsa berkoordinasi dengan pengelola air bersih untuk menangani kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Sebanyak sembilan tangki air bersih disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama proses perbaikan jaringan. Tujuh tangki berasal dari pengelola air bersih ABH, sedangkan dua tangki lainnya disediakan Direktorat Samapta Polda Kepri.

Distribusi air pada Senin telah memasuki tahap kedua dan diarahkan ke sejumlah permukiman warga yang terdampak.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei mengatakan, kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi selama proses perbaikan jaringan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan perbaikan koneksi dapat diselesaikan sesuai target, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat kembali terpenuhi secara normal,” kata Nona.

Berdasarkan hasil koordinasi, perbaikan koneksi jaringan ditargetkan selesai pada Selasa (6/10/2026). Setelah perbaikan selesai, aliran air diharapkan kembali normal ke rumah-rumah warga.

Selain membantu penyediaan air bersih, personel Polsek Nongsa melakukan pengamanan selama berlangsungnya aksi. Pengamanan dipimpin Kapolsek Nongsa AKP Eko.

Polisi mengedepankan pendekatan persuasif agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib. Aksi warga dan distribusi bantuan air bersih berlangsung dalam situasi aman dan kondusif.

Bagi warga, distribusi air tersebut menjadi solusi sementara sembari menunggu perbaikan jaringan selesai. Mereka tetap berharap pemerintah dan pengelola layanan air memberikan penyelesaian permanen agar persoalan pasokan air bersih tidak kembali terjadi.

Editor: Alia Safira