
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Komisaris Independen PT PLN (Persero) Andi Arief berharap Direktur Utama PLN yang baru, Suroso Isnandar, dapat meneruskan agenda transformasi perusahaan sekaligus mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
Menurut Andi, pergantian pucuk pimpinan PLN dari Darmawan Prasodjo kepada Suroso merupakan hal yang lumrah dalam dinamika organisasi. Terlebih, Suroso telah memiliki pengalaman di internal PLN, termasuk pernah menjabat sebagai direktur manajemen risiko serta direktur yang membidangi manajemen proyek dan energi baru terbarukan.
Andi menilai pengalaman tersebut menjadi modal bagi Suroso untuk menjaga kesinambungan program transformasi yang telah berjalan di perusahaan pelat merah tersebut.
“Ini menjamin continuity. Transformasi yang sudah dilakukan Pak Darmawan Prasodjo, dengan banyak perubahan di PLN, diharapkan bisa dilanjutkan oleh Pak Suroso. Jadi, menurut saya, tidak ada masalah dengan pergantian ini,” ujar Andi Arief dalam keterangannya, dikutip Jumat (16/10/2026).
Percepatan Transisi Energi Jadi Tantangan Dirut Baru PLN
Andi mengatakan, salah satu pekerjaan penting yang harus menjadi perhatian Suroso adalah mendukung percepatan transisi energi nasional melalui pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.
Ia menyinggung rencana pengembangan kapasitas pembangkit hingga 2034. Dalam rencana tersebut, sekitar 70 persen dari total pembangunan pembangkit yang direncanakan berasal dari energi terbarukan, dengan tambahan kapasitas pembangkit baru mencapai sekitar 59 gigawatt (GW).
Menurut Andi, pengembangan pembangkit ke depan akan mencakup berbagai sumber energi, mulai dari tenaga surya, air, dan angin hingga tenaga nuklir.
“Kalau kita melihat rencana sampai 2034, sekitar 70 persen dari pembangunan pembangkit yang direncanakan merupakan energi terbarukan. Karena itu, ke depan kita akan membangun berbagai sumber energi, mulai dari tenaga surya, air, angin, hingga nuklir,” kata Andi.
Selain mendorong transisi energi, ia menekankan pentingnya mempercepat pelaksanaan proyek ketenagalistrikan yang telah tercantum dalam perencanaan PLN.
Andi menyebut terdapat lebih dari 700 proyek yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki tahap konstruksi. Persiapan tersebut meliputi penyusunan perencanaan, penyelesaian prosedur, hingga pelaksanaan tender.
Sejumlah proyek pembangkit ditargetkan mulai memasuki tahap pembangunan pada 2027. Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat menunjang pemenuhan kebutuhan listrik nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Sekarang ada lebih dari 700 proyek yang sudah dirancang. Ada prosedur yang harus diselesaikan, mulai dari perencanaan sampai tender. Setelah itu, pembangunan pembangkit bisa mulai berjalan secara bertahap,” tutur Andi.
Kesinambungan Transformasi untuk Perkuat Ketahanan Energi
Andi menegaskan, keberlanjutan transformasi perusahaan dan percepatan pembangunan pembangkit menjadi faktor penting bagi PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional. Kedua agenda tersebut juga dinilai berperan dalam mendukung arah kebijakan energi pemerintah.
Ia berharap Suroso dapat memastikan berbagai program yang telah direncanakan berjalan secara efektif, termasuk pengembangan energi terbarukan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Menurut Andi, proyek-proyek ketenagalistrikan yang telah masuk dalam perencanaan perlu segera ditindaklanjuti agar dapat direalisasikan sesuai tahapan yang ditetapkan.
“Yang penting adalah transformasi yang sudah berjalan tetap dilanjutkan dan percepatan pembangunan pembangkit bisa dilakukan. Kita berharap proyek-proyek yang sudah direncanakan dapat segera masuk tahap pembangunan,” pungkasnya.
Editor: Agung
