Mengenal Alvin Tedjo, Anak Perantau asal Padang yang Kini Jadi Wali Kota di Kanada

Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa asal Padang, Sumatera Barat kini menjadi Wali Kota Mississauga, Provinsi Ontario, Kanada. (Ist)

J5NEWSROOM.COM, Kanada – Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada. Dalam pemilihan yang berlangsung Senin (26/10/2026) waktu setempat, ia berhasil mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie.

Berdasarkan hasil akhir penghitungan suara dari 181 tempat pemungutan suara (TPS), Alvin memperoleh 74.479 suara atau 39,21%. Sementara itu, Carolyn Parrish meraih 51.853 suara (27,30%), sedangkan Bonnie Crombie mendapatkan 43.191 suara atau 22,74%.

Dalam pidato kemenangannya, Alvin menyebut kepercayaan yang diberikan masyarakat Mississauga sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia berkomitmen menjalankan amanah tersebut dan membawa perubahan bagi kota yang akan dipimpinnya.

Melalui akun X resminya, Alvin turut menyampaikan apresiasi kepada para pendukungnya. Ia menegaskan kesiapannya untuk segera bekerja merealisasikan berbagai perubahan yang dibutuhkan masyarakat.

Alvin dijadwalkan mulai menjalankan tugas sebagai wali kota pada 15 November 2026, menggantikan Carolyn Parrish. Pada usia 43 tahun, ia menjadi wali kota keempat Mississauga dalam rentang hampir 50 tahun terakhir.

Sementara itu, Parrish telah mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada Alvin. Ia juga menyatakan kesediaannya memberikan bantuan apabila diperlukan oleh wali kota terpilih tersebut.

Berawal dari Keluarga Perantau asal Padang

Kemenangan Alvin merupakan hasil dari perjalanan panjangnya di dunia politik lokal Kanada. Sebelum terpilih sebagai wali kota, ia menjabat sebagai anggota Dewan Kota Mississauga sejak 2022.

Pada pemilihan sela 2024, Alvin sempat kalah dari Parrish. Namun, ia kembali mencalonkan diri pada 2026 dan berhasil memenangkan persaingan untuk menduduki jabatan tertinggi di pemerintahan kota tersebut.

Dalam kampanyenya, Alvin menaruh perhatian pada persoalan biaya hidup yang semakin membebani masyarakat. Salah satu program yang ia tawarkan adalah membekukan komponen pajak properti tingkat kota selama dua tahun guna membantu mengurangi beban pengeluaran warga.

Dukungan dari Serikat Kepolisian Peel (Peel Police Union) serta koalisi pemilih akar rumput turut menjadi bagian dari perjalanan kampanyenya.

Alvin lahir pada 1982 dari keluarga keturunan Indonesia-Tionghoa asal Padang. Ia pindah ke Kanada bersama keluarganya ketika berusia empat tahun. Sejak saat itu, Mississauga menjadi tempat ia tumbuh besar, menempuh pendidikan, membangun keluarga, hingga mengembangkan karier profesional dan politik.

Ayahnya, dr. Anto Tedjo, berasal dari Padang. Setelah menetap di Kanada, sang ayah menjalani beragam pekerjaan, termasuk sebagai pencuci piring dan pengantar makanan, demi membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Pengalaman tumbuh di tengah keluarga perantau turut menjadi bagian dari perjalanan hidup Alvin. Kini, ia tinggal di kawasan Clarkson, Mississauga, bersama istrinya, Rebecca, dan ketiga anak mereka.

Memiliki Pengalaman di Pemerintahan dan Dunia Pendidikan

Sebelum terjun ke politik lokal, Alvin memiliki pengalaman profesional di bidang kebijakan publik, komunikasi, pendidikan tinggi, dan hubungan pemerintahan.

Kariernya dimulai melalui Ontario Undergraduate Student Alliance (OUSA), organisasi yang memperjuangkan kepentingan mahasiswa sarjana di Ontario. Setelah itu, ia berkarier di pemerintahan Provinsi Ontario yang berkantor di Queen’s Park.

Selama bekerja di lingkungan pemerintahan, Alvin pernah menjadi asisten senior bagi empat menteri yang menangani urusan pendidikan tinggi, yakni Glen Murray, John Milloy, Brad Duguid, dan Reza Moridi.

Ia kemudian melanjutkan karier di Sheridan College dan Toronto Metropolitan University. Di kedua institusi tersebut, Alvin menangani berbagai urusan strategis, mulai dari komunikasi, hubungan publik, hingga koordinasi dengan pemerintah.

Dari sisi pendidikan, Alvin mengambil studi ilmu politik di Queen’s University, Ontario, pada 2003-2007. Ia juga mengikuti program sertifikat studi internasional di Bader International Study Centre pada 2002-2003.

Pada 2015-2017, ia menempuh program sertifikat pascasarjana dalam bidang desain pembelajaran dan teknologi di Harvard Extension School. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister desain media digital pada 2017-2020.

Perjalanan Alvin dari keluarga perantau asal Padang hingga terpilih memimpin Mississauga menjadi sorotan karena memperlihatkan kiprah diaspora Indonesia di panggung pemerintahan internasional. Berbekal pengalaman di bidang kebijakan publik, pendidikan, dan politik lokal, ia kini bersiap menjalankan tanggung jawab sebagai wali kota untuk periode kepemimpinannya yang baru.

Editor: Agung