Sempena 70 Tahun, Datuk Huzrin Hood Luncurkan Buku Biografi “Ketika Langkah Menjadi Sejarah”

Datuk Huzrin Hood memberikan bukunya kepada mantan Deputi BIN Muchdi PR. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM, Tanjungpinang – Sempena hari ulang tahun ke-70, Datuk Huzrin Hood meluncurkan buku biografinya berjudul “Ketika Langkah Menjadi Sejarah: 70 Tahun Huzrin Hood” di Balai Adat Indera Perkasa, LAM (Lembaga Adat Melayu) Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (30/10/2026) malam.

Buku setebal 430 halaman itu merekam perjalanan hidup, pemikiran, perjuangan, dan pengabdian Datuk Huzrin Hood, salah satu tokoh kunci pejuang pembentukan Provinsi Kepri. Datuk Huzrin Hood memperingati ulang tahun ke-70 pada 27 Oktober 2026. Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat menjadi dokumentasi sejarah sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus di Kepri.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono memberikan kata pengantar dalam buku biografi tersebut dan mengirimkan pesan melalui video. Berikut ini pesan yang disampaikannya:

“Saya, Jenderal Purnawirawan Hendropriyono mengucapkan selamat ulang tahun ke-70 kepada sahabat saya, Huzrin Hood, seorang pejuang yang bersama teman-temannya dulu mendirikan Provinsi Kepri. Saya ingat masa lalu dan mungkin akan diceritakan lebih luas, komprehensif oleh bapak Muchdi PR. Beliau dulu sebagai Mayor Jenderal TNI dan anggota Deputi di Badan Intelijen Negara. Beliau nanti akan banyak menyampaikan sejarah indah Kepri yang diukir oleh sahabat saya, Huzrin Hood. Dalam usia 70 tahun, kamu telah mengukir sejarah Indonesia, terutama Kepri. Jayalah selalu, saudaraku Huzrin Hood, bahagialah selalu, sehat walafiat, dan panjang umur.”

Selain itu, hadir para sahabat Huzrin Hood. Diantaranya, mantan Gubernur Provinsi Kepri pertama yang saat ini menjabat sebagai anggota DPD RI, Ismeth Abdullah, mantan Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun, mantan Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan, mantan Bupati Rokan Hilir Wan Thamrin Hasyim dan banyak sahabat lainnya.

Tak hanya ‘para mantan’ yang hadir, hadir pula Sekda Provinsi Kepri Misni dan Ketua LAM Provinsi Kepri Dato’ Seri Setia Utama H. Raja Al Hafiz.

Anak-anak dan cucu Datuk Huzrin Hood memberikan kado berupa puisi dan lagu. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

Peluncuran buku itu menjadi kado teristimewa, karena istri, saudara kandung, anak, menantu dan cucu-cucu Datuk Huzrin Hood juga hadir malam itu. Tak hanya hadir, mereka tampil membacakan puisi dan bernyanyi untuk kakek mereka.

Salah satu sahabat Datuk Huzrin Hood yang hadir dan menyampaikan kesannya adalah mantan Deputi Kepala BIN, Muchdi Purwoprandjono alias Muchdi PR. Malam itu, Muchdi PR mengungkapkan pengalamannya bersama dengan Datuk Huzrin Hood melakukan sejumlah operasi intelijen tertutup. Salah satunya adalah mencegah pergerakan Riau Merdeka.

“Saya ingat, sekitar 25 tahun lalu, saya bersama dengan sahabat saya Huzrin Hood berjuang untuk mencegah pergerakan Riau Merdeka,” ungkap mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ke-16 itu.

Sementara itu, menjelaskan mengenai proses penulisan, Huzrin mengatakan, penerbitan buku tersebut berawal dari dorongan keluarga, terutama adik-adiknya, yang mengusulkan agar perjalanan hidupnya didokumentasikan dalam sebuah buku ketika memasuki usia 70 tahun.

“Bahan penulisan awal berasal dari tiga buku yang sebelumnya disusun oleh sejumlah rekannya, termasuk Ketua Dewan Pakar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri, Ramon Damora,” ungkap Datuk Huzrin Hood.

Ditambahkannya, bahan-bahan tersebut kemudian dikembangkan dengan menambahkan kisah masa kecil, perjalanan perjuangan, serta berbagai pengalaman yang dinilai penting untuk merekam perjalanan hidupnya.

Dari sejumlah bahan tersebut, penulis melakukan perangkuman dan penyusunan ulang hingga menjadi buku biografi yang diluncurkan pada Jumat malam.

Huzrin mengatakan, buku itu juga memuat pembahasan khusus mengenai proses pembentukan Provinsi Kepri yang belum dibahas secara mendalam dalam buku-buku sebelumnya.

Meski demikian, ia mengakui tidak semua pengalaman pribadi dituangkan secara terperinci. Menurut dia, terdapat sejumlah hal yang sengaja tidak dimasukkan karena pertimbangan tertentu.

Huzrin juga menyampaikan kemungkinan penerbitan edisi yang lebih lengkap, khususnya untuk mendokumentasikan perjalanan perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau melalui Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR).

Salah satu bagian penting dalam kisah perjalanan Huzrin adalah dinamika politik dan komunikasi yang berlangsung selama perjuangan pembentukan Provinsi Kepri.

Editor: Alia Safira