Persatuan Kunci Kemenangan

Siswi MAN 1 Kota Batam Naila Ahmad Farah Adiba. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

Oleh Naila Ahmad Farah Adiba

SEPERTINYA sudah menjadi tabiat para zionis Israel itu untuk mengingkari janjinya. Gencatan senjata yang seharusnya berjalan dengan lancar, mereka nodai dengan ulah mereka yang melanggar perjanjian yang sudah ditetapkan dan disetujui bersama.

Saudara kita yang berada di P4l3stina yang sedang melakukan puasa ramadan pun menjadi tidak tenang. Bulan suci umat Islam yang seharusnya dihormati malah dirusak dan dinodai oleh kafir laknatullah alaih’.

Tak sampai tiga bulan gencatan senjata yang dilakukan, rudal-rudal sudah kembali dilesatkan untuk menghancurkan kawasan P4l3stina yang semakin hari semakin memperihatinkan.

Bayangkan, bagaimana nasib anak-anak dan balita di sana? Belum lagi para wanita yang dinodai kehormatannya. Akankah semua ini bisa terselesaikan, atau malah berakhir sia-sia?

Gencatan senjata yang dilakukan ternyata bukan kali ini saja. Tahun-tahun sebelumnya juga pernah dilakukan. Namun apa yang terjadi? Para zionis itu tetap membombardir rakyat P4l3stina.

Mirisnya, di sisi lain para penguasa muslim dan negeri-negeri Arab seolah bungkam. Mereka hanya mampu mengecam tanpa mampu untuk mengirimkan senjata dan tentara. Bukannya mengirimkan bantuan, mereka malah memberikan kain kafan.

Sejatinya, jumlah kaum muslimin di seluruh penjuru dunia sangat banyak dan jika dikoordinir maka bisa menjadi sebuah pasukan yang tak terkalahkan. Namun sayangnya, ikatan nasionalisme yang dihembuskan oleh para misionaris membuat kaum muslimin terpisah melalui sekat-sekat wilayah.

Bahkan, di hari raya Idul Fitri ini, bombardir itu tidak berhenti. Bukankah ini menjadi sebuah bukti bahwa kaum muslimin sudah saatnya bersatu di bawah sebuah naungan. Karena, tanpa persatuan, mustahil kemenangan itu akan terealisasikan.

Lalu bagaimana caranya agar kita sebagai pemuda bisa ikut untuk berkontribusi dalam usaha menyatukan seluruh kaum muslimin ini? Yang pertama tentu saja dengan terus menimba ilmu kepada orang yang mumpuni.

Kemudian setelah mendapatkan suatu ilmu maka sebarkan. Nah, menyebarkan ilmunya ini bisa disebarkan melalui berbagai cara.

Salah satunya dengan membuat tulisan atau semacam resume di sosial media yang dimiliki. Atau buat konten maupun desain dakwah yang bisa bermanfaat untuk menyadarkan umat tentang persatuan tersebut.

Lalu, perlahan ketika masing-masing individu telah memiliki kesadaran, perasaan, dan pemikiran yang sama maka akan terbentuk sebuah komunitas yang bisa menjadi wadah atau tempat kita bertukar pendapat dan pikiran.

Ketika telah banyak komunitas yang sadar tujuannya adalah untuk menyatukan seluruh kaum muslimin, maka perlahan negara juga akan berganti menjadi negara yang menjadikan Islam sebagai landasan dalam seluruh aspek kehidupannya.

Maka tak ada cara lain untuk memerdekakan Al-Aqsha kecuali dengan persatuan kaum muslimin dan penerapan syariat Islam secara paripurna.

Wallahu a’lam bish showwab.

Penulis adalah Siswi MAN 1 Kota Batam