Bukan Sekadar Kiriman

Oleh Naila Ahmad Farah Adiba

KEJADIAN ini bukan sekadar kejadian biasa. Sebuah kejadian yang menyadarkan umat tentang urgensi membela Palestina. Botol air mineral yang diisi dengan berbagai bahan pangan dilemparkan menuju lautan. Dengan harapan sampai kepada saudara kita di sana.

Jika dilihat sepintas, maka perbuatan ini seolah hanya perbuatan iseng dan tidak ada manfaatnya. Namun, jika kita telisik lebih jauh, ternyata latar belakang saudara kita di Mesir melempar botol tersebut ke lautan membuat kita begitu terharu.

Mereka melakukan hal tersebut dikarenakan banyaknya orang yang mengecam penduduk Mesir akibat tidak dibukanya gerbang perbatasan Rafah. Meski demikian, sejatinya mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap saudara-saudara mereka di sana.

Sayangnya, pemerintah mereka yang represif menghalangi rasa kepedulian itu untuk tersalurkan. Alhasil untuk meringankan kegelisahan hati, mereka melemparkan botol yang berisi bahan pangan untuk saudara kita di G4za.

Kiriman itu mungkin tidak seberapa. Tapi tekad mereka untuk terus membela saudara kita di P4l3stina patut diapresiasi dengan setinggi-tingginya. Dengan segala kebijakan yang menghalangi dan terus membatasi pergerakan, mereka tetap menyuarakan kebenaran.

Kemudian, apa kabar kita di Indonesia? Dengan segala kemudahan yang ada, rasanya malu jika kita berhenti untuk bersuara–baik di dunia nyata maupun di sosial media.

Meski negara kita juga jauh dari kata baik-baik saja. Tapi setidaknya, kita masih bisa untuk mengusahakan yang terbaik untuk kemerdekaan mereka. Tentu saja bukan kemerdekaan semu belaka, melainkan kemerdekaan yang sebenar-benarnya merdeka.

Mungkin ketika kita memilih untuk tetap berada di gerbong perjuangan, akan banyak orang yang meragukan. Namun, ketika kita berhenti dari jalan mulia ini sejatinya kita ibarat kalah sebelum berperang.

Maka, bagi seorang pemuda muslim tak ada pilihan selain tetap berada di dalam koridor perjuangan. Mengapa demikian? Karena setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban.

Oleh karenanya, kita harus senantiasa mengupayakan yang terbaik untuk perjuangan, agar Allah catat hal tersebut sebagai amal kebaikan dan Allah izinkan kita untuk berkumpul bersama di surga.

Wallahu a’lam bish shawab.

Penulis adalah Siswi MAN 1 Kota Batam