
J5NEWSROOM.COM, Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, mengingatkan bahwa Kalimantan Timur berpotensi mengalami bencana ekologis serupa yang terjadi di Sumatera. Ia menyoroti keberadaan sekitar 1.700 lubang tambang yang hingga kini belum direklamasi dan dinilai sebagai ancaman serius bagi keselamatan warga maupun kondisi lingkungan.
Dalam penjelasannya, Syafruddin menyebut bahwa lubang-lubang tambang tersebut tidak hanya memperbesar risiko kerusakan ekologis, tetapi juga telah memakan korban jiwa, termasuk anak-anak. Ia menilai situasi ini semakin mempertegas lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan.
Syafruddin juga menyoroti penerapan AMDAL yang dinilai masih jauh dari ideal. Ia menekankan pentingnya penguatan aturan agar perusahaan tambang benar-benar melaksanakan kewajiban reklamasi dan memastikan area pascatambang tidak dibiarkan terbengkalai.
Di sisi lain, aktivis lingkungan dari Jaringan Advokasi Tambang turut memperingatkan bahwa lubang tambang yang tidak ditangani bisa memperparah risiko banjir. Menurut mereka, bencana yang terjadi di Sumatera menjadi cerminan nyata akibat abainya pengelolaan lingkungan.
Pemerintah daerah didorong untuk segera mengambil langkah tegas, mulai dari rehabilitasi lubang tambang hingga penertiban tambang ilegal. Jika dibiarkan, kerusakan lingkungan di Kaltim dikhawatirkan akan semakin meluas dan mengancam keselamatan masyarakat di masa mendatang.
Editor: Agung
