Investigasi: Angkatan Laut AS Kewalahan Hadapi Serangan Houthi

ebuah pesawat diluncurkan dari USS Harry S Truman di Laut Merah sebelum serangan udara di Sanaa, Yaman, Sabtu, 15 Maret 2025.
(Foto: Republika)

J5NEWSROOM.COM, Laporan investigasi terbaru mengungkap bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sedang kesulitan dalam menghadapi serangan terus-menerus dari kelompok Houthi di Laut Merah. Serangan itu berasal dari kelompok Houthi di Yaman, yang melancarkan aksi rudal dan ancaman laut demi menekan Israel.

Menurut hasil penyelidikan, serangkaian insiden besar menandai betapa beratnya tekanan operasi bagi AL AS. Salah satu insiden fatal terjadi pada Desember 2024, saat kapal penjelajah AS, USS Gettysburg, menembak jatuh satu dari dua jet tempur yang meluncur dari kapal induk USS Harry S. Truman. Investigasi juga mencatat tabrakan Truman dengan kapal dagang, serta hilangnya dua jet lain senilai jutaan dolar karena kecelakaan.

Tekanan tinggi akibat pertempuran yang sangat intens menyebabkan kelelahan di antara para pelaut. Banyak di antara mereka mengalami stres karena rudal rutin yang diluncurkan Houthi. Penyidikan menemukan bahwa beberapa awak kapal bahkan “terdampar” dalam rutinitas tempur sehingga kehilangan pemahaman terhadap peran masing-masing dalam misi.

Kecelakaan-kecelakaan ini menyebabkan kerugian finansial besar, yaitu lebih dari 100 juta dolar, serta beberapa pelaut luka. Investigasi memperingatkan bahwa jika tidak diperbaiki, beban operasi bisa membahayakan nyawa bila ada kecelakaan lebih parah di masa depan.

Para analis menyatakan bahwa kasus ini menunjukkan Angkatan Laut AS belum benar-benar siap untuk menghadapi konflik laut berkepanjangan melawan musuh seperti Houthi. Menurut mereka, skenario pertempuran jangka panjang membongkar kerentanan dalam kesiapan AS, baik dari sisi persiapan personel, sistem, maupun tekanan operasional.

Editor: Agung