Rezeki Beruntun dari GM Garuda Indonesia Jayapura Innu Al Kautsar

GM Garuda Indonesia Jayapura Innu Al Kautsar. (Foto: kabarpapua.co)

Oleh Dr Aqua Dwipayana

J5NEWSROOM.COM, Biak – Kamis malam (11/12/2025) saat di Biak, Papua, saya mendapat informasi dari Kepala Kelompok Staf Ahli Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Kapoksahli Kodau) III Marsma TNI Trinanda Hasan Febrianto bahwa pesawat CN-235 milik TNI Angkatan Udara, Jumat pagi (12/12/2025) tidak jadi terbang dari Biak ke Jayapura. Padahal saya telah berencana naik pesawat itu.

Sebelumnya saya telah merencanakan  agenda silaturahim ke beberapa teman termasuk ke Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Jefferdian. Pelaksanaan Jumat begitu mendarat di Jayapura. Mengisi waktu selama sehari di sana.

Atas permintaan saya, pihak Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada III telah membelikan tiket Garuda Indonesia GA 665 yang berangkat Sabtu pagi (13/12/2025) pukul 08.00 WIT dari Bandara Sentani Jayapura. Perkiraan siang pukul 11.10 WIB telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Sementara teman akrab saya, Mayjen TNI (Mar) Werijon yang menjabat Komandan Komando Daerah Angkatan Laut X Jayapura telah menyiapkan mobil, sopir, dan penginapan buat saya selama di Jayapura. Beliau berusaha memberikan layanan terbaik.

“Untuak manginap karano awak indak ditampek, ambo alah siapkan hotel buek dusanak ambo. Oto dan sopir pun alah disiapkan. Mohon maaf Pak Aqua, ambo indak bisa mangawani karano sadang ado survei jembatan dan persiapan NATARU di Sarmi,” ujar Werijon.

Begitu batal naik pesawat CN-235 dari Biak ke Jayapura, saya harus mencari alternatif lain. Pada Jumat itu tidak ada pesawat komersial yang rute tersebut.

Saya cek di online, adanya Sabtu pagi (13/12/2025) pesawat Lion Air JT 938 yang berangkat pukul 07.45 WIT dari Biak. Tiba di Jayapura pukul 08.55 WIT. Tiketnya masih banyak.

Masalahnya, saya telah membeli tiket Garuda Indonesia GA 665 yang berangkat Sabtu pagi pukul 08.00 WIT. Kalau pada hari yang sama saya naik Lion Air dari Biak, penerbangannya tidak nyambung. Tiba di Jayapura, pesawat lanjutan ke Jakarta telah berangkat.

“Bisikan” TUHAN

Dalam situasi itu, ada “bisikan” dari TUHAN agar mengontak teman akrab saya, Boydike Kussudiarso yang menjabat General Manager (GM) Garuda Indonesia Padang. “Saya bantu untuk minta tolong ke GM Garuda Jayapura Pak Innu Al Kautsar untuk memundurkan tiket Pak Aqua jadi pukul 11.55,” ucap Boy.

Sebelumnya saya sudah cek di online bahwa tiket Garuda Indonesia pukul 08.00 penuh. Itu karena sedikit sekali pesawat yang terbang langsung dari Jayapura ke Cengkareng, Tangerang.

Boy mengirimkan nomor telepon genggam Innu. Saya langsung kontak beliau lewat WhatsApp (WA)

Selamat malam Pak INNU. Mohon izin Pak INNU, saya Aqua Dwipayana, teman Pak BOYDIKE.

Tadi lewat Pak BOY, saya mohon bantuan agar tiket pesawat saya dari DJJ ke CGK pada Sabtu pagi lusa pukul 08.00 dipindah ke pukul 11.00 karena posisi saya saat ini masih di Biak. Jumat besok tidak ada penerbangan dari Biak ke Jayapura. Adanya Sabtu pagi.

Tolong dibantu ya Pak INNU.

Salam hormat buat keluarga. Terima kasih banyak Pak INNU. Cc. Pak BOY.

Kemudian saya menelepon Innu. “Saya sudah cek, masih penuh. Agar Pak Aqua tidak kena penalti 40 persen, mohon izin tiketnya saya pindah ke hari Minggu (14/12/2025). Secara paralel saya usahakan mendapatkan tiketnya,” kata Innu ramah.

Selain mengucapkan terima kasih, saya terus berdoa. Diiringi keyakinan yang kuat TUHAN akan mengabulkan doa saya.

TUHAN sangat baik kepada saya. Doa saya dikabulkanNYA. Jumat pagi pukul 08.40.WIT, Innu kirim WA berupa tiket pesawat Garuda Indonesia yang telah diubah jadi Sabtu pukul 08.00 WIT. “Alhamdulillah dapat ya Pak Aqua.”

Betapa bersyukur dan bahagianya saya. TUHAN mengabulkan doa saya lewat “malaikat” berwujud manusia yang bernama Innu Al Kautsar.

Kembali Merasakan Dahsyatnya Silaturahim

Sabtu pagi naik Lion Air, saya dari Biak ke Jayapura. Satu pesawat dengan Irkodau III Marsma TNI Jajang Setiawan dan istrinya Novi Jajang. Kami sama-sama mau ke Jakarta naik Garuda Indonesia.

Di ruang VIP Bandara Sentani telah menunggu Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Silas Papare Jayapura Marsma TNI Mokh Mukhson. Kami teman lama dan akrab.

Mukhson mengajak kami ke mess Lanud Silas Papare. Mendapat sajian rawon yang yummy sambil menyimak cerita Mukhson yang seru. Tentang ini ada tulisan tersendiri.

Sekira pukul 11.07, Innu kontak saya. Ia telah menyiapkan ruangan di lounge Bandara Sentani buat saya. Saya tidak ke sana karena menunggu di mess Lanud Silas Papare.

Innu menemui saat di VIP Bandara Sentani. Kami berkomunikasi dengan hangat dan akrab, seperti teman lama.

“Terima kasih banyak karena Pak Aqua telah naik Garuda Indonesia. Bapak pelanggan kami yang loyal dan anggota Platinum. Sebagai apresiasi kepada Pak Aqua, tiket bapak saya pindah ke kelas bisnis. Semoga berkenan,” kata Innu sambil menyerahkan tiketnya ke saya.

Semula saya di kursi nomor 25C kelas Ekonomi. Kemudian Innu memindahkan ke kursi nomor 7H di kelas Bisnis. Keduanya posisinya dekat gang, kursi favorit saya setiap naik pesawat.

Dari ruang VIP, Innu mengantarkan saya sampai pintu masuk pesawat. Sebelumnya kami lebih dulu berfoto sebagai kenang-kenangan.

MasyaALLAH… Saya mendapat rezeki beruntun dari Innu. Saya kembali merasakan dahsyatnya silaturahim.

Saya mensyukuri semua rezeki itu. Saat saya membutuhkan pertolongan, TUHAN dengan caraNYA secara cepat mengirimkan “malaikat” yang wujudnya manusia. Alhamdulillah.

Sesaat setelah tiba di rumah Bogor dari Biak dengan transit di Jayapura, saya ucapkan selamat berupaya untuk selalu bersyukur agar bahagia menjalani hidup.

Salam hormat buat keluarga.

18.00 13122025

Penulis adalah Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional