
J5NEWSROOM.COM, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto tidak hadir pada dua momen pembukaan perdagangan bursa di awal tahun. Purbaya menyatakan bahwa ketidakhadiran tersebut disebabkan oleh agenda pemerintahan yang padat dan prioritas tugas negara yang harus didahulukan oleh kepala negara.
Menurut Purbaya, Prabowo tetap mendukung perkembangan pasar modal dan ekonomi nasional meskipun tidak bisa hadir secara langsung di acara pembukaan bursa. Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomitmen menjaga stabilitas dan pertumbuhan pasar modal melalui kebijakan fiskal dan upaya penguatan iklim investasi.
Purbaya juga menyebut bahwa agenda lain yang bertepatan dengan jadwal pembukaan bursa merupakan bagian dari penugasan kenegaraan yang tidak bisa ditinggalkan. Karena itu, Presiden memberikan mandat kepada pejabat terkait untuk hadir mewakili pemerintah dalam acara tersebut sehingga simbolisme pembukaan pasar tetap berjalan.
Selain itu, Purbaya menegaskan bahwa absennya Prabowo bukan berarti berkurangnya perhatian terhadap sektor pasar modal. Pemerintah melalui Kemenkeu terus menyusun berbagai terobosan dan stimulus untuk menarik investasi serta memperkuat kepercayaan investor dalam negeri dan asing.
Pernyataan ini dilihat sebagai upaya meredakan spekulasi publik terkait dua ketidakhadiran Prabowo di peristiwa penting pasar modal. Purbaya memastikan bahwa semua langkah kebijakan yang diambil tetap konsisten dengan target pembangunan ekonomi nasional tanpa terganggu oleh agenda jadwal kerja kepala negara.
Dengan penjelasan tersebut, diharapkan publik dapat memahami konteks ketidakhadiran Presiden pada pembukaan bursa, serta tetap memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memajukan perekonomian nasional melalui pasar modal dan sektor lainnya.
Sumber: RMOL
Editor: Agung
