
J5NEWSROOM.COM, Sejumlah pihak internasional menilai langkah Amerika Serikat terhadap Venezuela tidak semata-mata karena perang terhadap narkotika, tetapi juga didorong oleh upaya mengamankan akses atas sumber daya minyak dan energi di negara Amerika Selatan itu. Argumen ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas, yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Pengamat geopolitik menyatakan bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sehingga posisi strategisnya sangat penting dalam peta energi global. Dalam konteks itulah, beberapa analis menilai bahwa narasi perang narkotika sering digunakan untuk membenarkan berbagai tindakan politik dan militer AS di wilayah tersebut.
Ketegangan antara kedua negara juga terkait dengan sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS terhadap Venezuela. Sanksi tersebut telah mempengaruhi sektor energi Venezuela dan memicu krisis ekonomi yang berkepanjangan. Kritikus menyebut bahwa dengan mengambil alih kendali minyak dan energi, Washington dapat memperkuat pengaruhnya serta meminimalkan dominasi pesaing dalam pasar global.
Tokoh oposisi Venezuela dan sebagian akademisi asing menyampaikan bahwa strategi tersebut memperlihatkan motif lain di balik narasi perang terhadap narkotika. Mereka menyatakan bahwa stabilitas politik dan keamanan di kawasan sering dijadikan alasan untuk melakukan intervensi yang pada hakikatnya dilandasi oleh kepentingan sumber daya alam.
Sementara itu, pemerintah AS menegaskan bahwa kebijakan luar negerinya difokuskan pada penegakan hukum dan keamanan regional, termasuk memberantas perdagangan narkotika dan kejahatan lintas batas. Mereka menyampaikan bahwa setiap langkah yang diambil adalah demi stabilitas kawasan dan perlindungan warga dari ancaman kriminal.
Namun, pandangan kritis terhadap kebijakan tersebut terus mengemuka, terutama dari kalangan intelektual dan analis internasional. Mereka mengingatkan bahwa konflik kepentingan sumber daya seperti minyak sering menjadi latar belakang pertikaian geopolitik, yang dampaknya terasa pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Di tengah perdebatan ini, situasi di Venezuela tetap kompleks. Banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari politik domestik, tekanan internasional, hingga kondisi sosial dan ekonomi, yang membuat hubungan antara Caracas dan Washington tetap tegang dan rumit.
Editor: Agung
