Pejabat Eselon Diminta Tinggalkan Zona Nyaman Agar APBN Digunakan Secara Efisien

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto. (Foto: RMOL)

J5NEWSROOM.COM, Sejumlah pemangku kepentingan mengingatkan bahwa pejabat eselon harus keluar dari zona nyaman dalam pengelolaan anggaran negara agar penggunaan APBN tidak terbuang sia-sia. Pernyataan ini menekankan bahwa dana publik harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat dan pembangunan yang produktif, bukan sekadar dibelanjakan tanpa dampak nyata.

Menurut mereka, pejabat yang mengelola anggaran perlu proaktif berpikir inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi ekonomi yang menuntut efisiensi dan hasil yang maksimal. Dengan demikian, setiap rupiah dari APBN diharapkan memberi manfaat besar bagi kesejahteraan publik.

Dorongan ini juga menyinggung perlunya pengawasan yang lebih ketat serta akuntabilitas dalam perencanaan dan realisasi anggaran. Pejabat eselon diharapkan tidak hanya fokus pada kepatuhan administratif semata, namun juga pada efektivitas belanja pemerintah yang dapat menjawab tantangan pembangunan saat ini.

Dalam konteks ini, penggunaan dana negara dilihat harus berorientasi pada hasil dan dampak sosial yang positif. Para pengusul pernyataan tersebut menilai bahwa saatnya pejabat di level eselon mempercepat perbaikan proses kerja serta menyusun program yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.

Mereka juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan kolaborasi antar lembaga agar penggunaan APBN dapat diawasi publik serta dipertanggungjawabkan secara transparan. Pendekatan ini dinilai akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara.

Pesan inti yang disampaikan adalah bahwa pejabat pemerintahan harus mampu bekerja di luar rutinitas aman dan berkontribusi nyata terhadap akselerasi pembangunan. Dengan demikian, APBN tidak lagi dipandang sebagai sumber bancakan, tetapi sebagai instrumen strategis untuk memperbaiki kehidupan warga negara

Sumber: RMOL
Editor: Agung