
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa tarif listrik untuk tahun 2026 tidak akan mengalami kenaikan. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan perubahan harga dasar listrik di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Menurut Bahlil, pemerintah telah menetapkan agar harga listrik tetap stabil pada level saat ini sepanjang tahun mendatang. Kebijakan ini diambil agar masyarakat, pelaku usaha, dan industri dapat merencanakan kebutuhan energi tanpa terbebani oleh kenaikan biaya listrik yang signifikan.
Sementara itu, soal kemungkinan pemberian diskon atau insentif tarif listrik masih belum dibahas secara resmi dalam forum kebijakan. Pemerintah hingga kini terus mengkaji berbagai opsi untuk memberi dukungan kepada konsumen, tetapi belum ada keputusan final terkait skema diskon tertentu.
Bahlil menyatakan bahwa stabilitas harga listrik menjadi salah satu fokus pemerintah karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat serta biaya operasional usaha kecil dan menengah. Ia menegaskan bahwa menjaga harga listrik stabil merupakan bagian dari upaya mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional.
Pernyataan ini mendapat sambutan positif dari pelaku usaha dan konsumen yang merasa lega dengan kepastian harga energi dalam jangka waktu dekat. Mereka menyebut stabilitas tarif listrik dapat membantu mereka mengatur anggaran tanpa menutup peluang investasi baru atau ekspansi usaha.
Meskipun diskon listrik belum dibahas, Bahlil mengatakan pemerintah tetap membuka ruang untuk dialog dan evaluasi kebijakan lebih lanjut. Kritik dan masukan dari berbagai kalangan akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan energi yang lebih inklusif.
Dengan keputusan menjaga tarif listrik tidak naik di 2026, diharapkan beban biaya hidup dan produksi tidak bertambah, sehingga memberi ruang bagi masyarakat dan pelaku ekonomi untuk fokus pada kegiatan produktif dan pertumbuhan.
Sumber: RMOL
Editor: Agung
