Menjadi Orang Bebas Merdeka: Selamat Pensiun Irjen Pol Mohammad Yasin

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana bersama Irjen Pol Mohammad Yasin Kosasih. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

Oleh Dr Aqua Dwipayana 

“MAS Yasin, selamat melaksanakan pensiun dengan penuh rasa syukur dan bahagia. Menjadi orang bebas merdeka dengan atasan satu-satunya hanya TUHAN,” ucap saya ke Irjen Pol Mohammad Yasin Kosasih.

Saya menyampaikan hal tersebut lewat telepon kepada Yasin, saat di mobil perjalanan dari Salatiga menuju Yogyakarta beberapa hari menjelang pergantian tahun. Ketika itu ia sedang di Jakarta.

Yasin yang merupakan teman lama saya menginfokan bahwa mulai 1 Januari 2026 pensiun. Setelah sekira 35 tahun bertugas di Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Selama pengabdiannya itu, 24 tahun di antaranya di Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Badan Pemelihara Keamanan. Hingga mencapai jabatan tertinggi sebagai kepala yang membawahi perairan dan udara di institusi itu.

Saya pertama kali ketemu Yasin pada tahun 2007 di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Cipulir, Jakarta. Waktu itu ia berpangkat AKBP dan siswa di sana. Sedangkan saya dosennya.

Saat Yasin menjabat Kakorpolairud, saya mendapat amanah memotivasi sekira 8.000 orang jajarannya. Mereka bertugas di Mako Polairud di Jakarta dan di Polda-Polda. Saya melaksanakannya selama setahun. Keliling Indonesia. Jalan dari satu Polda ke Polda lainnya.

Yasin sangat mengatensi kegiatan itu. Ia intens memonitor aktivitas saya tersebut. Sekaligus memberi arahan kepada para komandan satuan di jajarannya.

“Terima kasih banyak Mas Aqua yang telah memotivasi jajaran saya. Kehadiran Mas Aqua untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi, sangat bermanfaat buat mereka dan Korpolairud,” ujar Yasin.

Bukan Akhir Pengabdian

Kepada pria yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat itu saya katakan bahwa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Di luar Polri masih banyak yang bisa dikerjakan dan insyaALLAH bermanfaat untuk masyarakat.

Pengalaman Yasin sekira 35 tahun di berbagai jabatan terutama saat jadi komandan, merupakan salah satu modal untuk mengerjakan aktivitas lain yang bermanfaat. Apalagi usianya masih produktif.

Saya bersyukur dan senang saat Yasin jauh-jauh hari telah memiliki beberapa rencana. Termasuk menyalurkan hobinya yang tidak bisa optimal selama masih bertugas.

Selain itu, bisa lebih sering bersama keluarga termasuk mengunjungi putra dan putrinya yang tinggal di luar kota. Saat bertugas karena kesibukannya tidak bisa leluasa melakukannya.

Kinilah saatnya lebih banyak berkumpul bersama keluarga. Waktunya bisa lama, fokus, dan berkualitas.

Tidak kalah pentingnya adalah meningkat ibadah. Lebih mendekatkan diri ke TUHAN. 

Yasin telah merencanakan semua itu. Tinggal melaksanakannya saja. Kemudian menikmati hasilnya yang pasti dahsyat dan luar biasa.

Teman Sejati

Saat pensiun akan terseleksi antara teman-teman sejati dan mereka yang hanya baik karena ada kepentingan terkait jabatan. Itu sering terjadi dan dialami mereka yang pernah memiliki jabatan.

Pensiunan yang selalu berpikir positif berterima kasih kepada TUHAN karena dengan caraNYA memberi tahu mana yang layak menjadi teman untuk selamanya. Hal itu akan membuatnya nyaman karena tidak ada kepentingan apa-apa.

Kondisinya berbeda jauh dengan mereka yang berteman hanya karena jabatan. Begitu tidak menjabat atau pensiun, silaturahimnya langsung putus. Jika masih komunikasi hanya basa-basi atau sekedarnya saja.

Saya sering menyampaikan kondisi ini kepada teman-teman yang akan pensiun. Jauh-jauh hari mereka harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar saat pensiun tidak kaget.

Setiap orang yang bekerja, pasti pensiun. Itu hanya masalah waktu saja. Bisa pensiun dini, dapat juga pensiun alamiah. 

Selain mempersiapkan diri jauh-jauh hari, jangan sekalI-kali tergantung kepada siapa pun. Tujuannya agar saat pensiun sama sekali tidak merasa kecewa.

Terbaik adalah memasrahkan hidup sepenuhnya kepada TUHAN. MenjadikanNYA sebagai satu-satunya atasan. Mereka yang melakukan ini secara totalitas dan ikhlas, tidak akan pernah kecewa.

Saya telah membuktikannya sendiri. Tahun 2026 ini tepatnya 31 September, genap 21 tahun pensiun. Selama masa itu hidup saya nyaman, tenang, dan bahagia sekali. Atasan terbaik yang pernah saya rasakan adalah TUHAN, tidak ada yang lain.

Atasan terbaik itu sangat objektif. Telah memberikan banyak rezeki kepada saya, bahkan sering beruntun. Saya sering merasakannya dan sangat mensyukurinya.

Saya sangat menyadari bahwa semua rezeki itu merupakan cobaan. Jika tidak hati-hati memanfaatkannya bisa jadi malapetaka buat saya.

Selamat menikmati pensiun kepada Yasin. InsyaALLAH lebih sukses lagi di manapun berada. Aamiin ya robbal alaamiin…

Setelah silaturahim ke Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen Pol Anggoro Sukartono serta Rektor Universitas Duta Wacana Dr Wiyatiningsih dan Wakil Rektor IV Pdt Wahju Satria Wibowo Ph.D, saya ucapkan selamat mempersiapkan diri dan melaksanakan pensiun dengan penuh rasa syukur. Salam hormat buat keluarga. 

17.45 05012026

Penulis adalah Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional