
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Selama 20 hari ke depan, para peserta akan menjalani pembinaan mental dan fisik di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Pada hari pertama pelaksanaan diklat, Sabtu (10/1/2026), peserta dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan sejak pukul 09.00 WIB. Mereka menjalani proses registrasi, penyerahan dokumen, tes penempatan bahasa Arab, serta pembagian kamar.
Selama masa diklat, peserta mendapatkan pembinaan dari para instruktur yang berasal dari unsur TNI dan Polri, baik pria maupun perempuan. Para instruktur tersebut akan mendampingi dan melatih peserta selama seluruh rangkaian pendidikan berlangsung. Dalam keseharian, peserta mengenakan pakaian hitam-putih pada siang hari dan batik pada malam hari.
Melalui diklat ini, para calon petugas haji dibekali berbagai materi untuk memastikan kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Pada musim haji 2026, pemerintah akan memberangkatkan sekitar 1.554 petugas PPIH ke Arab Saudi. Mereka akan bertugas di berbagai bidang layanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, perlindungan jamaah, layanan lansia dan disabilitas, hingga Media Center Haji dan layanan umum.
Ribuan petugas tersebut merupakan hasil seleksi dari 11.349 pendaftar yang mengikuti tahapan rekrutmen, termasuk tes berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT) dan wawancara. Jumlah pendaftar tahun ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah rekrutmen petugas haji Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa proses seleksi PPIH menjadi bagian penting dalam menyiapkan penyelenggaraan haji yang semakin profesional. Ia menyatakan, pemerintah berkomitmen menjalankan seleksi secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik tidak profesional.
Menurut dia, penyelenggaraan haji harus dikelola secara bersih dan akuntabel agar pelayanan kepada jamaah dapat berjalan optimal.
Editor: Agung
