
J5NEWSROOM.COM – Hubungan internal aliansi pertahanan NATO disebut tengah menghadapi ketegangan serius. Sejumlah negara Eropa, khususnya Jerman dan Swedia, secara terbuka menyampaikan kritik keras terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali mengemukakan ancaman penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.
Sikap tegas tersebut muncul setelah Gedung Putih menyampaikan pernyataan bahwa Trump masih berkeinginan membeli Greenland dan tidak menutup kemungkinan menempuh langkah militer apabila upaya tersebut gagal. Pernyataan itu mendorong para pemimpin Eropa untuk mempererat koordinasi dan menyatukan sikap dalam menghadapi wacana tersebut.
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menilai pernyataan Trump sebagai ancaman serius terhadap stabilitas dan keamanan internasional. Kritik itu disampaikan menyusul pernyataan Trump yang berulang kali menegaskan bahwa Amerika Serikat akan bertindak terhadap Greenland, terlepas dari persetujuan pihak terkait.
Kristersson menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya menghargai Denmark sebagai sekutu setia yang telah lama berperan penting dalam NATO. Ia juga memperingatkan bahwa pengambilalihan wilayah Arktik yang kaya sumber daya mineral secara paksa akan melanggar hukum internasional dan berpotensi menimbulkan dampak berbahaya.
Menurut Kristersson, Swedia bersama negara-negara Nordik, Baltik, serta sejumlah negara besar Eropa menyatakan solidaritas penuh terhadap Denmark dalam menjaga kedaulatan wilayahnya.
Dukungan serupa juga datang dari Jerman. Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan bahwa status dan masa depan Greenland merupakan hak rakyat Greenland dan pemerintah Denmark sepenuhnya. Sementara itu, Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil menekankan bahwa penguatan keamanan di kawasan Arktik seharusnya dilakukan secara kolektif di antara sekutu NATO, bukan menjadi sumber konflik internal.
Di tingkat aliansi, Panglima Tertinggi NATO di Eropa Jenderal Alexus Grynkewich mengakui bahwa isu Greenland telah memicu perdebatan yang kompleks di dalam NATO. Meski menyebut belum ada ancaman militer langsung, ia tidak menampik bahwa persoalan tersebut telah dibahas dalam forum Dewan Atlantik Utara.
Sementara itu, Greenland yang merupakan wilayah otonom bekas koloni Denmark telah menyatakan penolakan tegas terhadap kemungkinan berada di bawah kendali Amerika Serikat. Mayoritas masyarakat dan kekuatan politik di wilayah itu menegaskan keinginan untuk menentukan masa depan mereka secara mandiri.
Presiden Trump, di sisi lain, tetap berpendapat bahwa penguasaan Greenland memiliki arti strategis bagi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat, terutama untuk menghadapi peningkatan aktivitas militer Rusia dan China di kawasan Arktik.
Editor: Agung
