Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pekerja Ditemukan Meninggal di Perairan Pulau Poto Bintan

Dua pekerja ponton pengeboran ditemukan meninggal setelah terseret arus kuat di perairan Pulau Poto, Bintan. (Foto: Rusydy/J5newsroom)

LAPORAN: Rusydy

J5NEWSROOM.COM, Bintan – Dua orang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus kuat di perairan Pulau Poto, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Keduanya sempat dinyatakan hilang usai berenang di sekitar ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.10 WIB. Saat itu, Malik (24) berenang di sekitar ponton pengeboran sebelum terseret arus laut yang kuat.

Melihat Malik dalam bahaya, dua rekannya, Ranggi dan Reza Ade Jamawar (27), berusaha memberikan pertolongan dengan terjun ke laut. Namun, derasnya arus justru menyeret Malik dan Reza. Sementara Ranggi berhasil menyelamatkan diri dengan naik kembali ke atas ponton.

“Korban Reza ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian awal,” ujar Fazzli. Reza diketahui merupakan warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas.

Sementara itu, Malik yang juga dikenal dengan nama Rian baru ditemukan pada Kamis (22/1/2026) oleh Tim SAR Gabungan di perairan Pulau Poto. Proses pencarian melibatkan unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, serta Tagana.

“Korban ditemukan setelah empat hari dinyatakan hilang,” kata Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Iptu Daeng Salamun.

Malik diketahui merupakan warga Ganet. Kedua jenazah selanjutnya dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Editor: Agung