
J5NEWSROOM.COM, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting tentang arah baru perdamaian dunia dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Swiss. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut kerja sama antarnegara yang lebih kuat untuk menciptakan dunia yang damai dan sejahtera bagi semua bangsa.
Prabowo mengajak semua peserta forum untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan stabilitas global. Menurutnya, perdamaian bukan sekadar hilangnya konflik, tetapi juga terciptanya kondisi di mana setiap negara dan warganya merasa aman, adil, dan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Prabowo juga menyoroti berbagai konflik yang masih berlangsung di beberapa wilayah dunia. Ia menyampaikan bahwa ketidakadilan sosial dan ketimpangan ekonomi sering kali menjadi akar masalah yang harus diatasi bersama. Karena itu, ia mengajak negara-negara untuk memperkuat dialog, memprioritaskan diplomasi, serta mengedepankan pendekatan damai dalam menyelesaikan perselisihan.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap berperan aktif dalam upaya perdamaian dunia, termasuk melalui dukungan terhadap inisiatif internasional yang menekankan kerja sama, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa pendekatan multilateral harus diperkuat agar solusi yang dihasilkan dapat diterima secara luas dan memberi manfaat bagi banyak pihak.
Pidato Prabowo ini mendapat respons positif dari sejumlah delegasi negara lain yang hadir dalam forum. Mereka mengapresiasi komitmen Indonesia dalam isu perdamaian dan melihat Indonesia sebagai negara yang dapat menjadi jembatan dialog antarnegara di tengah dinamika geopolitik global.
Prabowo berharap bahwa pesan yang disampaikannya dapat menjadi inspirasi bagi pemimpin dunia untuk terus bekerja sama demi menciptakan masa depan yang lebih damai. Ia juga menegaskan bahwa perdamaian dunia harus dibangun secara kolektif melalui kerja sama ekonomi, sosial, dan politik yang adil untuk seluruh bangsa.
Editor: Agung
