Mensyukuri dan Menikmati Naik Bus Agra Mas dari Yogyakarta ke Bogor

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

“Pak Aqua dari Yogyakarta ke Bogor naik bus? Apa tidak salah? Biasanya kan naik pesawat atau kereta,” ucap beberapa teman senada.

Semua teman yang berkomentar itu kaget begitu mengetahui saya naik bus dari Yogyakarta ke Bogor pada Sabtu sore (24/1/2026). Mereka tahu selama ini saya jarang bepergian pakai bus.

Bagi teman-teman tersebut rasanya aneh saya naik bus. Makanya pada berkomentar seperti itu.

Keputusan naik bus pada Sabtu siang. Saat sedang santai di rumah Yogyakarta, tiba-tiba terlintas mau naik bus. Sudah lama saya ingin naik bus yang ada sleeper, bisa buat tidur.

Saya ingin sekali naik itu setelah menyimak cerita si bungsu Savero “Ero” Karamiveta yang pernah beberapa kali naik bus yang ada sleeper-nya. Sepertinya seru dan asyik banget.

Saya kontak Ero untuk menanyakan langganannya di terminal Jombor, paling dekat dari rumah Yogyakarta. Ia memberi nama dan nomor telepon agennya. Saya telepon dan WhatsApp (WA) tapi tidak direspon.

Saya langsung ke sana. Mendapat info bus yang ada sleeper-nya dari terminal Jombor ke terminal Bubulak Bogor tidak beroperasi lagi. Adanya tujuan terminal Baranang Siang Bogor. Berangkatnya pukul 15.30. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 14.30. Mepet sekali.

Kursi Paling Depan Dekat Gang

Setelah ngobrol dengan petugasnya, Ruben yang menginfokan beberapa bus sebagai alternatif, saya putuskan naik bus Agra Mas. Pertimbangannya berangkat pukul 17.00 dan bisa turun di jalan masuk ke rumah saya yang di Bogor. Selain itu mobilnya double decker. Masih ada tempat duduk di bagian atas.

Saya memilih kursi paling depan dekat gang. Pertimbangannya bisa bebas dan leluasa melihat bagian depan dan gampang ke kamar mandi, tanpa harus mengganggu orang yang duduk di sebelah saya.

Setelah membeli tiket, saya kembali ke rumah Yogyakarta. Naik Grab balik ke terminal Jombor. Tidak banyak membawa barang, hanya satu tas kecil dan jas buat dipakai Senin pagi besok (26/1/2026) saat sebagai saksi pernikahan Farizan Hilman Razie dan Nadea Lazuardani Zahra di Jakarta Selatan.

Perjalanan ke terminal Jombor macet terutama di ringroad. Saya terlambat tibanya. Ruben beberapa kali telepon.

“Posisi bapak di mana sekarang? Busnya sudah mau berangkat. Hanya menunggu bapak,” ujar Ruben.

Sekira pukul 17.15 saya tiba di terminal Jombor. Langsung ke tempat agen. Naik motor, Ruben mengantar saya ke busnya yang parkir dekat pintu keluar terminal.

Begitu saya tiba di busnya mendapat tiket dan kupon makan untuk ditukarkan saat mau mau makan. Saya langsung ke lantai 2. Busnya berangkat.

Dari terminal Jombor menuju terminal Giwangan dan terminal di Klaten. Beberapa penumpang naik.

Kapasitas bus untuk 44 penumpang. 2 sleeper dan 6 kursi besar. Semuanya di bawah. Sedangkan 36 kursi di lantai 2. Hampir sebagai besar tempat duduknya terisi.

Banyak Pengalaman dan Pelajaran

Dua sopir yang nomor polisinya B 7555 KGA itu, Ari dan Sigit tenang menyetir mobilnya. Mereka mengemudikan tidak terlalu kencang. Selama perjalanan kondektur Miko mendampingi.

Pukul 22.15 bus tiba di resto Kendil Mas milik Agra Mas di Weleri, Kendal. Pilihan makanannya nasi soto ayam, nasi bakso, nasi rames, dan nasi goreng. Plus dapat satu potong tempe dan satu kerupuk.

Resto dan halamannya luas sekali. Bisa menampung ratusan penumpang dan puluhan bus. Begitu juga kamar mandinya.

Pukul 23.00 busnya kembali jalan. Banyak bus-bus yang lain. Juga truk dan mobil pribadi.

Pukul 02.47 dekat rest area 62B atau arah ke Dean Industrial Park tiba-tiba hujan lebat. Posisinya menjelang pintu tol Karawang Timur.

Pengemudinya mengurangi kecepatan laju mobilnya. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagian penumpang turun di beberapa tempat. Sebelumnya saat berangkat, kondektur mendata satu-persatu tempat turun penumpang. Menjelang tiba di tujuan, lewat handy talkie kondektur yang berada dekat pintu menginfokan ke pengemudinya.

Sekira pukul 05.30 saya tiba di depan Mall Yogya Jl. Soleh Iskandar Bogor. Jalan kaki ke rumah.

Saya sangat mensyukuri dan menikmati naik bus Agra Mas dari Yogyakarta ke Bogor. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya peroleh sekira 12 jam di perjalanan. Semuanya sangat bermanfaat buat saya. Alhamdulillah…