
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Petugas haji diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi, terutama dalam melayani jamaah haji reguler yang masuk kategori risiko tinggi. Jumlah jamaah dengan kondisi khusus tersebut mencapai sekitar 170 ribu orang, sehingga membutuhkan perhatian ekstra selama seluruh rangkaian ibadah haji berlangsung.
Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk kesiapan penyelenggaraan haji agar seluruh jamaah, khususnya lansia dan jamaah dengan riwayat penyakit tertentu, tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Petugas diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga sigap dalam memberikan pendampingan dan bantuan di lapangan.
Kategori risiko tinggi meliputi jamaah lanjut usia, jamaah dengan penyakit kronis, serta jamaah yang membutuhkan pengawasan medis khusus. Kondisi tersebut menuntut petugas haji untuk lebih peka, cepat tanggap, dan mengutamakan keselamatan jamaah dalam setiap aktivitas, mulai dari keberangkatan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke Tanah Air.
Selain aspek kesehatan, petugas haji juga diingatkan untuk menjaga etika pelayanan dan sikap profesional. Pelayanan yang ramah, sabar, dan humanis dinilai sangat penting karena jamaah haji berasal dari berbagai latar belakang dan kondisi fisik yang berbeda-beda.
Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran teknis, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh jamaah. Oleh karena itu, peran petugas haji menjadi kunci utama dalam memastikan ibadah haji berjalan tertib, aman, dan sesuai harapan.
Dengan komitmen dan kerja sama seluruh petugas, diharapkan jamaah haji reguler, termasuk yang masuk kategori risiko tinggi, dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk tanpa kendala berarti. Pendekatan yang mengedepankan kepedulian dan tanggung jawab menjadi landasan utama dalam pelayanan haji tahun ini.
Editor: Saibansah Dardani
