BMKG Tegaskan Tidak Memindahkan Curah Hujan Ke Daerah Lain Yang Menyebabkan Banjir

Operasi modifikasi cuaca (OMC). (Foto: Dokumentasi BMKG)

J5NEWSROOM.COM, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyanggah anggapan bahwa lembaga tersebut dapat “memindahkan” hujan dari satu wilayah ke wilayah lain yang kemudian menjadi penyebab banjir. BMKG menegaskan bahwa fenomena cuaca seperti hujan dan banjir sepenuhnya merupakan proses alam yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia atau institusi apa pun.

Juru bicara BMKG menjelaskan bahwa tugas utama lembaganya adalah memantau dan memprediksi kondisi cuaca berdasarkan data ilmiah, bukan mengatur terjadinya hujan. Prediksi curah hujan dan perubahan pola cuaca dibuat untuk memberi informasi kepada masyarakat dan instansi terkait agar dapat mengambil langkah antisipatif, bukan untuk mengubah pola hujan itu sendiri.

Pernyataan ini keluar merespons berkembangnya persepsi masyarakat bahwa intensitas hujan di suatu daerah berkurang tetapi justru meningkat di wilayah tetangga, kemudian dikaitkan dengan dugaan manipulasi hujan. BMKG mengatakan bahwa pergeseran pola hujan semacam itu terjadi karena dinamika atmosfer, angin, dan parameter meteorologi lainnya yang kompleks, bukan karena intervensi dari luar.

BMKG juga menambahkan bahwa hujan adalah hasil dari proses alam seperti penguapan, pembentukan awan, dan konvergensi massa udara yang tidak bisa diatur oleh pihak manapun. Oleh karena itu, banjir yang terjadi akibat hujan lebat tetap harus dipahami sebagai dampak dari fenomena alam yang perlu diantisipasi dengan kesiapsiagaan yang lebih baik.

Lembaga ini mendorong masyarakat untuk memahami penjelasan ilmiah tentang cuaca serta mempercayakan informasi resmi cuaca hanya kepada sumber yang kompeten. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan spekulasi yang tidak berdasar dapat berkurang dan masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

Editor: Agung