
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Demi mencari calon PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi Tingkat Pusat terbaik yang akan bertugas mendampingi jemaah haji Indonesia tahun 1447 H / 2026 M, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh bangsa Indonesia. Bagaimana kesempatan itu diberikan?
Berikut catatan Pemimpin Redaksi J5NEWSROOM.COM, Saibansah Dardani yang telah melewati seluruh rangkaian seleksi, Diklat (Pendidikan dan Latihan) selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, hingga pengukuhan oleh Menhaj RI, Muchammad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan di Lapangan Galaxi Makodau (Markas Komando Angkatan Udara) I Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jumat 30 Januari 2026 lalu.
Sebagai kementerian baru, Kemenhaj RI adalah kementerian yang khusus menangani pelayanan ibadah haji kedua di dunia, setelah Kementerian Haji Arab Saudi. Jadi, di kolong langit saat ini hanya ada dua kementerian haji, satu di Arab Saudi dan satunya lagi di Indonesia.
Bedanya, Kementerian Haji Arab Saudi dibentuk oleh Kerajaan Arab Saudi yang memang menjadi negara tujuan jutaan jemaah haji dari seluruh dunia. Sedangkan, Kemenhaj RI, dibentuk di negara demokratis dengan jumlah jemaah haji terbanyak setiap tahunnya.
Keduanya memiliki niat yang sama, memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah SWT di tanah suci. Maka, demi bisa memberikan pelayanan terbaik kepada 201.000 tamu Allah SWT dari Indonesia tahun ini, maka Kemenhaj RI pun menyiapkan rencana terbaiknya. Dimulai dari perencanaan perekrutan para calon petugas PPIH Arab Saudi 2026 secara terbuka dan transparan.
Seleksi daerah dimulai dari pengumuman pada 20 November 2025, sampai dengan pengumuman hasil CAT (Computer Assisted Test) pada 5 Desember 2025. Lalu, berujung pada seleksi petugas PPIH Arab Saudi tingkat pusat yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis, 18 Desember 2025.
BACA JUGA: Diklat PPIH Semi Militer Itu Menyehatkan dan Menyenangkan
Di tingkat pusat, pendaftaran seleksi dibuka dari tanggal 8-14 Desember 2025, secara online melalui portal resmi Kemenhaj RI, gratis. Ternyata, jumlah pendaftar mencapai sekitar 11.349 orang, yang kemudian disaring untuk mengikuti tahap berikutnya. Hasilnya, sebanyak 5.201 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti CAT dan wawancara di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Dari total ini, Kemenhaj RI menargetkan memilih sekitar 400-450 petugas PPIH yang kompeten.
Berkah yang dibuka Kemenhaj RI tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh peserta seleksi yang bertatar belakang Aparatur Sipil Negara (ASN), Non-ASN, TNI-Polri, organisasi masyarakat Islam, pondok pesantren dan kalangan profesional termasuk wartawan.
Setelah dinyatakan lulus seleksi, mereka akan ditempatkan sesuai dengan pendaftaran layanan mereka. Yaitu, layanan kesehatan, akomodasi, konsumsi, transportasi, perlindungan jemaah, Siskohat, MCH (Media Center Haji), Bimbingan Ibadah, layanan Lansia dan Disabilitas dan PKP3JH (Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji).
Kemudian, para calon petugas diundang untuk mengikuti program Diklat selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, mulai dari tanggal 10 sampai 30 Januari 2026. Diklat ini bersifat semi-militer, bertujuan untuk membekali para peserta dengan kemampuan fisik, koordinasi, teknik pelayanan jemaah, etika pelayanan, dan bahasa Arab sebagai bagian dari proses seleksi lanjutan.

Tujuan Diklat adalah untuk memastikan kesiapan fisik, mental, karakter, dan kompetensi teknis para calon petugas PPIH dalam memberi layanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia. Yang terpenting, agar terbangun koordinasi yang kuat di antara sesama petugas haji. Pelatihan mencakup sejumlah materi penting, antara lain, Peraturan Baris-Berbaris (PBB) untuk membentuk kedisiplinan dan ketaatan terhadap instruksi. Lalu, penguatan pelayanan jemaah, simulasi situasi pelayanan, serta teknik komunikasi dalam konteks ibadah haji.
BACA JUGA: Kemenhaj RI Beri Laluan Wartawan Indonesia Jadi Petugas Haji
Setiap hari, para instruktur yang terdiri dari anggota TNI-Polri melatih fisik dan ketahanan mental para peserta didik, termasuk senam pagi, jalan kaki hingga 5 kilometer, serta simulasi tugas berbasis kompi. Kemudian, ada simulasi pertolongan pertama dan penanganan darurat jemaah haji sebagai bagian dari kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Seluruh rangkaian Diklat semi militer itu dikomandani oleh Inspektur Jenderal Kemenhaj RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi yang didampingi oleh Kolonel (Purn) Muftiono, sebagai Wakil Komandan Diklat PPIH 2026. Keduannya dibantu oleh 70 orang pelatih dan instruktur yang terdiri dari anggota TNI-Polri aktif.
“Disiplin ini sangat penting bagi suksesnya para petugas haji saat bertugas di tanah suci, di sana tidak boleh telat dalam melayani jemaah haji, karena telat lima menit saja, itu berdampak bagi para jemaah haji,” ujar Komandan Kompi A Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Mayor Laut (PM) Kangian kepada J5NEWSROOM.COM.
Setiap pagi, siang dan sore hari, Kangian dibantu para instruktur lain dari satuan TNI-Polri melatih kami baris berbaris. “Saya senang bisa ikut jadi bagian dari peserta program Diklat ini, badan jadi lebih bugar dan antar peserta jadi semakin kompak, seperti saudara,” ujar Wandra, seorang peserta Diklat dari Ternate berusia di atas kepala lima.
Salah seorang peserta Diklat dari Makassar yang bertugas di layanan kesehatan, dr Ardiansyah Sirajuddin, mengatakan, dirinya merasa bersyukur bisa menjadi calon petugas PPIH tahun 2026 ini. Karena melayani para tamu Allah SWT di Arab Saudi memberinya kesempatan yang luar biasa untuk mendulang amal ibadah. Apalagi, Menteri Haji dan Umrah RI, KH. Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan mengizinkan para petugas haji untuk menunaikan ibadah haji.
“Tujuan utamanya adalah ibadah, melayani para jemaah haji adalah ibadah yang sangat luar biasa,” ujar dokter spesialis yang rajin menjaga kebugaran tubuhnya itu kepada J5NEWSROOM.COM.
Alhamdulillah, kesempatan yang diberikan oleh Kemenhaj RI tahun ini benar-benar menjadi berkah bagi seluruh bangsa Indonesia. Karena kesempatan diberikan secara terbuka dan transparan dengan prosedur yang dapat dimanfaatkan oleh siapa pun yang memenuhi syarat.*
Editor: Saibansah Dardani
