
J5NEWSROOM.COM, Kementerian Haji dan Umrah tengah melakukan transformasi besar terhadap fungsi asrama haji. Fasilitas yang selama ini dikenal hanya sebagai tempat singgah kini diarahkan menjadi pusat ekosistem ekonomi haji dan umrah melalui konsep One Stop Services guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan bagi jemaah.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta maskapai Garuda Indonesia. Tujuan utamanya adalah mempermudah proses keberangkatan jemaah umrah agar lebih praktis sejak sebelum tiba di bandara.
Melalui konsep ini, jemaah atau biro perjalanan yang menggunakan layanan Garuda Indonesia dapat memulai seluruh proses keberangkatan langsung dari asrama haji. Di lokasi tersebut tersedia bimbingan manasik terakhir, layanan city check-in untuk pengurusan bagasi dan pencetakan boarding pass, hingga proses pemeriksaan imigrasi yang dilakukan di tempat.
Selain itu, jemaah juga akan mendapatkan akses khusus menuju pesawat menggunakan bus yang langsung mengantar ke apron. Skema ini dirancang untuk mengurangi antrean panjang di terminal keberangkatan umum sekaligus mempercepat proses keberangkatan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menjelaskan bahwa layanan ini dihadirkan sebagai opsi tambahan bagi jemaah agar perjalanan ibadah menjadi lebih nyaman. “Pemerintah menyediakan fasilitas ini murni untuk memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah. Perlu kami sampaikan bahwa One Stop Services ini adalah sebuah pilihan atau opsi, bukan hal yang wajib bagi jemaah umrah,” ujar Maria Assegaf dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Sabtu 14 Februari 2026.
Menurut Maria, saat ini konsep One Stop Services masih dalam tahap pematangan. Pemerintah berencana menunjuk satu asrama haji sebagai proyek percontohan sebelum nantinya diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama dengan maskapai penerbangan tidak akan berhenti pada satu pihak saja. Pemerintah membuka peluang bagi maskapai lain untuk ikut bergabung agar layanan terpadu tersebut dapat dinikmati oleh lebih banyak jemaah di masa mendatang. “Asrama haji memiliki potensi luar biasa untuk dimanfaatkan bagi banyak hal yang produktif. Kami memulai dengan ekosistem umrah ini agar perjalanan ibadah masyarakat menjadi lebih khusyuk dan efisien,” tutup Maria.
Editor: Agung
