Kunjungan Tertutup Wamen ESDM ke PT Oil Terminal Karimun, Bahas Apa?

Kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung saat berkunjung ke PT Oil Terminal Karimun di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Rabu (1/4/2026). (Foto: Fredy/J5NEWSROOM.COM)

LAPORAN: Fredy

J5NEWSROOM.COM, Karimun – Kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung ke PT Oil Terminal Karimun di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Rabu (1/4/2026), berlangsung tertutup dan minim informasi.

Berdasarkan susunan kegiatan, kunjungan tersebut hanya berfokus pada peninjauan PT Oil Terminal Karimun yang berlokasi di Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat. Dalam agenda itu, Wamen ESDM didampingi sejumlah pejabat, antara lain Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) serta Direktur Hilir Migas, bersama perwakilan Pertamina wilayah Sumatera bagian utara.

Kedatangan Yuliot di Karimun disambut Bupati Karimun Iskandarsyah di Pelabuhan Penumpang Tanjungbalai Karimun. Namun, setelah itu rombongan Wamen ESDM langsung menuju lokasi perusahaan tanpa didampingi pihak pemerintah daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karimun Aribowo membenarkan kunjungan tersebut. Ia menyebut agenda Wamen ESDM bersifat internal dan tidak melibatkan pemerintah daerah.

“Kunjungan hanya ke PT Oil Terminal Karimun dan sifatnya internal. Dari pemerintah daerah tidak ada yang mendampingi,” kata Aribowo.

Hal serupa disampaikan Kepala Bagian Protokol Kabupaten Karimun Irwan Dinovri. Ia menjelaskan, rombongan Wamen ESDM berangkat dari Jakarta menuju Batam menggunakan pesawat, kemudian melanjutkan perjalanan ke Karimun dengan kapal feri.

Setibanya di Karimun, rombongan langsung menuju PT Oil Terminal Karimun. Setelah kunjungan, Wamen ESDM dan rombongan kembali ke Batam melalui pelabuhan domestik Karimun sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Meski demikian, tujuan pasti kunjungan tersebut belum diungkapkan secara resmi. Minimnya informasi membuat kunjungan ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan publik.

Sejumlah pihak menduga kunjungan tersebut berkaitan dengan peran strategis PT Oil Terminal Karimun sebagai salah satu terminal bahan bakar minyak (BBM) besar di wilayah tersebut, terutama di tengah dinamika distribusi energi global.

Selain itu, muncul pula dugaan terkait isu internasional, termasuk rencana sanksi Uni Eropa terhadap sejumlah pelabuhan yang diduga menjadi lokasi transit minyak asal Rusia.

Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai agenda maupun hasil kunjungan tersebut.

Editor: Agung