Segera Laksanakanlah Niat Baik Itu..

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

Oleh Dr Aqua Dwipayana

DALAM pikiran setiap orang terkadang muncul niat baik untuk melakukan sesuatu. Sering terjadi belum melaksanakannya, terkadang timbul pemikiran negatif terkait itu.

Akibatnya, niat baik tersebut tidak jadi dilaksanakan. Hanya sebatas niat yang tidak pernah terwujud karena ragu-ragu saat akan melakukannya.

Niat baik yang muncul kalah dengan persepsi dan beragam kekhawatiran. Terutama yang menonjol adalah khawatir dengan pendapat-pendapat negatif dari  banyak orang.

Dalam dirinya, timbul pemikiran, “Kalau saya melaksanakan niat baik itu, jangan-jangan dia beranggapan seperti ini. Atau jangan-jangan banyak orang berpikiran negatif kepada saya.”

Banyak “jangan-jangannya” yang tiba-tiba muncul pada dirinya. Belum melakukannya tapi sudah membayangkan hal-hal negatif.

Niat baik yang semula menggebu-gebu akhirnya terkubur dalam-dalam di dirinya. Tidak pernah dilaksanakan.

Selanjutnya kalau muncul niat baik yang lain, sikapnya sama. Seiring dengan itu, timbul dalam bayangannya beragam tanggapan negatif dari orang-orang yang mengetahui pelaksanaannya.

Persepsi Negatif Batalkan Silaturahim
Salah satu contoh yang sering terjadi adalah saat akan melaksanakan silaturahim. Aktivitas ini sangat mulia. Agama menganjurkannya.

Setiap orang disarankan untuk konsisten menjaga, memelihara, mengembangkan, dan meningkatkan silaturahim. Melakukannya dengan ikhlas.

Banyak sekali manfaat melaksanakan silaturahim tanpa pamrih. Di antaranya memperpanjang umur, menambah rezeki, dan memudahkan berbagai urusan.

Semua orang ingin mendapatkan seluruh rezeki itu. Tapi tidak setiap orang berhasil melakukannya. Belum melaksanakan silaturahim, telah lebih dulu terpatahkan oleh persepsi yang muncul dalam pikirannya.

Sebagian orang yang berniat silaturahim, ada di antaranya yang semula menggebu-gebu, membatalkan niatnya. Itu ibarat bunga yang layu sebelum berkembang.

Kenapa bersikap seperti itu? Banyak faktor. Di antaranya sebelum silaturahim membayangkan sikap orang yang akan ditemuinya.

Dalam bayangannya, orang tersebut tidak suka dengan kedatangannya. Membayangkan wajahnya yang tidak bersahabat. Kaku dan tidak ada senyumnya.

Akibatnya di awal pertemuan kesannya negatif. Komunikasi selanjutnya jadi tidak nyaman dan jauh dari harapan.

Selain itu, orang tersebut berpikiran kedatangannya untuk mengharapkan sesuatu dari orang yang akan didatanginya. Apalagi kalau dalam beberapa aspek kehidupan dia memiliki kelebihan dibandingkan yang lain termasuk materi.

Semua pemikiran itu membuatnya membatalkan silaturahim. Tidak jadi melaksanakan niat baiknya.

Selalu Niatkan Ibadah

Belajar dari pengalaman di atas, ketika dalam diri muncul niat baik, segera laksanakan. Tidak perlu ragu melakukannya.

Makin bersemangat melaksanakannya ketika niat baik itu sama sekali tidak untuk kepentingan pribadi. Sebaliknya buat memberi manfaat kepada orang yang bakal ditemui.

Biasakanlah dalam diri tanamkan melaksanakan niat baik bukan untuk kepentingan pribadi. Dengan begitu bersemangat setiap melakukannya dan tidak ada beban.

Paling utama dan konsisten melakukannya bahwa melaksanakan niat baiknya itu ibadah, sepenuhnya karena TUHAN. Bukan karena faktor duniawi apalagi buat keuntungan diri sendiri.

Setiap aktivitas yang meniatkannya ibadah, insyaALLAH bakal lancar melakukannya. Sang Pencipta meridhoi dan memperlancarnya.

Ketika berhasil melaksanakan niat baik itu, kalau ada yang mengapresiasi, spontan katakan bahwa sepenuhnya terjadi karena TUHAN. Tanpa pertolonganNYA, tidak bakal terwujud.

Mulai sekarang, begitu muncul niat baik, segera laksanakan. Niatkan sepenuhnya ibadah, karena TUHAN. Setelah itu rasakan hasilnya yang dahsyat dan luar biasa. Aamiin ya robbal aalamiin…

Saat sedang santai di rumah Bogor sambil menikmati semua rezeki dari TUHAN, saya ucapkan selamat berusaha untuk melaksanakan seluruh niat baik. Salam hormat buat keluarga.*

11.00 05042026

Penulis adalah Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional