
Oleh Dr Aqua Dwipayana
“Alhamdulillah, kecerdasan itu Mas Aqua miliki” Ucap Direktur harian Radar Tasikmalaya Dadan Alisundana sambil mengirimkan video Prof Rhenald Kasali.
Rabu malam (2/4/2025) saat saya sedang santai di Salatiga, lewat WhatsApp (WA), Dadan mengirimkan video itu disertai komentarnya. Selama ini wartawan senior tersebut intens komunikasi dengan saya. Suka kirim berbagai nasihat yang sangat bermanfaat.
Semua kiriman Dadan selalu saya baca/simak hingga tuntas. Pasti banyak hikmah dan pelajaran berharga. Sehingga saya selalu menantikan WA-nya.
Begitu selesai menyimak video Prof Rhenald Kasali yang berdurasi sekira 2 menit, tepatnya 1 menit 58 detik itu, saya langsung merespon WA Dadan. Saya biasa memanggilnya “Bos”, terkadang “Kang”.
“Alhamdulillah Bos DADAN. Semuanya karena ALLAH SWT. Saya masih terus belajar termasuk kepada Bos DADAN. Terima kasih banyak Bos DADAN.” Respon saya.
Dikutip dari Olenka, selama ini, kecerdasan intelektual atau IQ sering dijadikan tolak ukur kesuksesan seseorang khususnya dalam pendidikan dan karir. Selain IQ, kecerdasan lain yang juga sering jadi acuan, yaitu kecerdasan emosional atau EQ. Masing-masing kecerdasan ini memberikan suatu kemampuan yang unik demi kesuksesan diri kita.
Menurut Prof Rhenald Kasali, nyatanya ada satu kecerdasan lain yang juga penting dipahami masyarakat luas, yakni adalah conversational intelligence quotient alias CIQ.
Istilah CIQ ini, kata Rhenald Kasali, pertama kali dikenalkan oleh Judith Glaser, dari hasil riset yang telah dilakukannya selama kurang lebih 30 tahun terakhir. Conversational Intelligence bersumber dari riset dan terobosan terbaru dari ilmu neuroscience, yaitu bidang ilmu yang mempelajari sistem saraf atau sistem neuron manusia.
Judith E. Glaser mendefinisikan Kecerdasan Percakapan atau Bercakap ini sebagai “kemampuan yang tertanam dan dapat dipelajari untuk terhubung, menavigasi, dan tumbuh bersama orang lain.” CIQ ini dimulai dengan membangun tingkat kepercayaan yang tercipta dan diakhiri dengan interaksi dan percakapan berkualitas tinggi.
“Selama ini kita hanya memahami kecerdasan itu adalah IQ. Dan, selain itu kemudian kita belajar ada EQ. Sayangnya kita hanya berhenti di situ. Dan, baru beberapa tahun yang lalu, Judith Glaser menemukan sesuatu dengan sangat berani dan dia mengatakan ada kecerdasan lain, yaitu conversational intelligence quotient (CIQ),” tutur Rhenald, saat ditemui Olenka, belum lama ini.
Langsung Akrab
Dadan mengatakan saya telah melaksanakan CIQ setelah lama mengamati saat saya dengan banyak orang. Ia sering melihat langsung.
Umumnya mereka yang berkomunikasi dengan saya meski baru pertama kali ketemu, merasa nyaman. Bahkan langsung akrab, seperti teman lama.
Semua itu rezeki saya yang gampang beradaptasi dengan siapapun. Seluruh kalangan: bawah, menengah, dan atas cepat akrab sama saya. Ngobrolnya bisa berjam-jam.
Kenapa bisa seperti itu? Karena saya melihat dan menilai semua manusia secara universal. Begitu juga penghargaan kepada mereka sama, tidak dibeda-bedakan.
Saya yang sekira 20 tahun terakhir memiliki atasan satu-satunya hanya TUHAN, sama sekali tidak ada urusan dengan jabatan, pangkat, kekayaan, kecerdasan, wajah, dan hal lainnya yang bersifat duniawi. Sehingga setiap komunikasi sama siapapun tidak ada beban. Melihatnya setara. Komunikasinya jadi lancar.
Hal terpenting dan berusaha secara optimal untuk konsisten saya lakukan adalah selalu berkomunikasi dengan hati dan hati-hati. Sehingga siapapun yang komunikasi sama saya, nyaman dan betah.
Selain itu, setiap ketemu siapapun, saya tidak pernah berpikir dapat apa dari orang tersebut. Sebaliknya yang saya pikirkan dan upayakan adalah memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat buat mereka yang saya temui. Melakukannya secara rotalitas dan ikhlas.
Selama puluhan tahun melakukan itu membuat hidup saya nyaman sekali. Menjalaninya dengan penuh syukur, ikhlas, dan tanpa beban. Alhamdulillah…
Saat menikmati udara sejuk dalam suasana mendung di rumah Yogyakarta, saya ucapkan selamat berupaya secara optimal untuk memiliki kecerdasan bercakap-cakap. Salam hormat buat keluarga.
15.35 03042025
Penulis adalah Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional
