PM Malaysia Tolak Rekomendasi Bank Dunia Naikkan Harga BBM

Ilustrasi Bendera Malaysia. (Foto: Pixabay)

J5NEWSROOM.COM, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menolak usulan Bank Dunia agar harga bahan bakar minyak (BBM) RON95 mengikuti harga pasar. Bank Dunia menyatakan bahwa skema harga ganda untuk RON95 di Malaysia, di mana warga negara membayar lebih murah dibanding warga asing, tidak efektif dan justru memberi keuntungan besar bagi orang kaya.

Menurut ekonom utama Bank Dunia untuk Malaysia, Apurva Sanghi, harga subsidi RON95 sebesar 1,99 ringgit per liter terlalu rendah dan memicu kebocoran subsidi. Ia menyarankan agar Malaysia menerapkan harga mengambang (floating price), yaitu harga disesuaikan dengan pasar, serta memberi bantuan tunai yang tepat kepada masyarakat miskin.

Namun, Anwar menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menggunakan skema subsidi melalui program “Budi95” yang menurutnya bijaksana dan telah terbukti membantu mengurangi beban anggaran tanpa merugikan rakyat. Dia menyebut subsidi yang diarahkan ini memberikan respons positif dari masyarakat, serta menjaga kesejahteraan sekaligus efisiensi keuangan negara.

Dia juga menyatakan bahwa pendekatan ini lebih adil, karena menghindari beban berat bagi kelompok berpenghasilan rendah, sambil tetap membatasi kebocoran subsidi kepada orang asing dan penggunaan komersial yang tidak tepat.

Editor: Agung