Bulog Catat Serapan Beras Tertinggi Sejak 1968

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam konferensi pers pada Jumat, 2 Januari 2025. (Foto: RMOL)

J5NEWSROOM.COM, Badan Urusan Logistik (Bulog) berhasil mencatat rekor tertinggi dalam penyerapan beras nasional sepanjang sejarahnya. Tingginya serapan ini menjadi pencapaian penting yang belum pernah diraih sejak Bulog berdiri pada tahun 1968.

Pencapaian ini terjadi di tengah upaya pemerintah untuk menstabilkan pasokan dan harga beras di pasar dalam negeri. Bulog mengambil langkah strategis untuk mengamankan stok beras dengan menyerap panen dari petani sehingga bisa memperkuat cadangan pemerintah dan mendukung stabilitas pangan nasional.

Direktur Utama Bulog menyampaikan bahwa keberhasilan penyerapan ini merupakan hasil kolaborasi dengan para petani, pemerintah daerah, dan pelaku pasar. Kerja sama tersebut dinilai efektif dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan komersial petani dan stok beras strategis nasional.

Upaya serapan beras dilakukan melalui berbagai program pembelian langsung di tingkat petani, dengan memberikan harga yang kompetitif dan proses yang transparan. Langkah ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memastikan aliran beras ke gudang Bulog berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Pencapaian rekor ini juga dipandang sebagai langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan tantangan lain yang dihadapi sektor pertanian. Bulog berharap pencapaian ini dapat menjadi landasan untuk meningkatkan koordinasi di masa mendatang.

Pemerintah menyampaikan apresiasi atas kerja keras Bulog dalam menjamin ketersediaan beras nasional. Keberhasilan penyerapan ini dinilai memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga di pasar serta memberi rasa aman bagi masyarakat bahwa kebutuhan pokok utama tetap terjaga.

Dengan catatan serapan tertinggi sejak berdiri, Bulog menunjukkan peran strategisnya dalam sistem ketahanan pangan nasional sekaligus memberi sinyal bahwa koordinasi antara lembaga negara dan petani mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul di sektor pangan.

Sumber: RMOL
Editor: Agung