
J5NEWSROOM.COM, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Sagulung dan Sekupang, Sabtu (31/1/2026). Musrenbang Kecamatan Sagulung digelar di Gedung Serbaguna SP Plaza Tembesi, Lapangan Alun-Alun SP Plaza Tembesi. Sementara Musrenbang Kecamatan Sekupang berlangsung di Auditorium BTP, Tiban Ayu, Kelurahan Tiban Lama.
Dalam arahannya, Amsakar menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi pemerintah dengan aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Musrenbang adalah momentum untuk menentukan prioritas pembangunan. Kita ingin memastikan setiap rencana benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” ujar Amsakar.
Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat di kedua kecamatan. Menurutnya, soliditas antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan warga menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Saya bangga melihat kekompakan masyarakat Sagulung dan Sekupang. Kebersamaan ini harus terus dijaga agar pembangunan berjalan lebih terarah dan merata,” katanya.
Amsakar menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Tahapan perencanaan dimulai dari pra-Musrenbang kelurahan, Musrenbang kelurahan, hingga Musrenbang kecamatan, sebelum akhirnya dibahas pada Musrenbang tingkat kota.
Ia menambahkan, seluruh usulan dari kecamatan akan dipadukan dengan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD), hasil reses DPRD, pokok-pokok pikiran DPRD, serta program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Seluruh rangkaian tersebut menjadi dasar penyusunan RKPD Kota Batam Tahun 2027.
Namun demikian, Amsakar mengingatkan bahwa tidak semua usulan dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran daerah. Ia memaparkan, akumulasi nilai usulan dari berbagai sumber perencanaan mencapai sekitar Rp9 triliun, sementara kemampuan anggaran daerah berada pada kisaran Rp4,29 triliun.
“Artinya, ada sekitar Rp5 triliun yang harus dieliminasi. Karena itu, skala prioritas menjadi kunci agar program yang dijalankan benar-benar mendesak dan berdampak luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap para tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, dan kecamatan dapat bersama-sama menyaring usulan yang memiliki tingkat urgensi tinggi serta selaras dengan kebutuhan riil di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan capaian kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, selama 11 bulan 11 hari menjabat. Dari 10 program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sebanyak tujuh program telah direalisasikan, sementara tiga lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
“Tidak semua program bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Setiap kebijakan membutuhkan perencanaan matang, dukungan anggaran, serta kesiapan teknis di lapangan,” ujarnya.
Beberapa fokus utama yang terus ditangani pemerintah daerah antara lain persoalan banjir, sampah, dan air bersih. Untuk penanganan banjir, Pemko Batam melakukan normalisasi drainase dan perbaikan infrastruktur secara bertahap pada titik-titik rawan genangan.
Di sektor persampahan, pemerintah memperkuat sistem pengelolaan dan pengangkutan sampah guna meningkatkan kualitas layanan kebersihan. Sementara itu, pada sektor air bersih, Pemko Batam terus mendorong perbaikan distribusi agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara lebih merata.
Menutup rangkaian Musrenbang, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun Batam.
“Jika kita solid, saling mendukung, dan fokus pada prioritas pembangunan, saya optimistis Batam akan tumbuh lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Editor: Agung
