
Oleh Dr Aqua Dwipayana
“Selamat karena telah memasuki masa pensiun. Periode hidup yang telah dan akan dirasakan banyak orang. Syukuri dan nikmatilah. Fokus melaksanakan ibadah bersama keluarga tercinta.” Demikian pesan saya ke seorang teman yang baru saja pensiun.
Teman itu lebih dari 35 tahun bekerja. Menekuni beragam pekerjaannya. Telah berhasil mendidik anaknya hingga selesai kuliah.
Saya menyampaikan itu dengan penegasan karena melihat teman tersebut tidak siap pensiun. Masih ingin bekerja seperti biasa. Alasannya butuh uang untuk menghidupi dirinya dan istri. Sedangkan anaknya sudah bekerja dan mandiri.
Dilihat dari kerja yang ditekuninya selama puluhan tahun, semestinya teman itu selain rutin menafkahi keluarganya, punya tabungan untuk hari tuanya. Sebagai persiapan saat pensiun ketika tidak ada penghasilan tetap setiap bulannya.
Ia jauh-jauh hari, saat masih bekerja, baik sebelum maupun sesudah menikah dan punya anak, harus merencanakan masa depannya. Termasuk ketika pensiun.
Dengan begitu, setiap bulan ketika menerima gaji, ada sebagian yang ditabung untuk bekal pensiunnya. Tidak semua uangnya dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari.
Saat saya menyampaikan semua itu, teman tersebut menyimak. Namun saya perhatikan, ia tidak bisa menerima saran-saran yang saya sampaikan.
Harus Totalitas dan Ikhlas
Hidup adalah pilihan, termasuk saat pensiun. Menikmati banyak waktu luang dengan fokus ibadah bersama keluarga atau kembali bekerja sebagai pegawai.
Kepada teman tersebut saya persilakan untuk menetapkan pilihan. Ia tentu lebih tahu yang terbaik buat dirinya dan keluarganya.
Paling penting apa pun pilihannya, harus totalitas dan ikhlas menjalaninya. Meniatkan semuanya ibadah, sepenuhnya karena TUHAN. Itu sangat perlu dilakukan agar hasilnya maksimal.
Setelah menentukan pilihan dan menjalaninya, jangan sekali pun mengeluh. Syukurilah karena tidak semua orang bisa seperti dirinya.
Banyak orang yang ingin melakukan seperti dirinya. Keterbatasan dan ketidakmampuan membuat tidak bisa melaksanakannya.
Intinya adalah menjalani pensiun dengan penuh rasa syukur, bahagia, dan suka cita. Tidak mengulangi kesalahan seperti yang pernah dilakukan saat bekerja.
Selain itu adalah menikmati masa pensiun karena hanya masalah waktu bakal meninggalkan semua yang ada di dunia ini. Menghadap Sang Pencipta dan harus mempertanggungjawabkan secara detail.
Karena hidup adalah pilihan maka pilihlah yang terbaik. Jangan salah pilih yang akhirnya bisa membuat menyesal seumur hidup.
Saat istirahat di Bogor sebagai upaya “pendinginan” mesin, saya ucapkan selamat mempersiapkan diri untuk pensiun kepada yang masih bekeeja dan selamat menikmati pensiun pada yang sedang menjalaninya. Salam hormat buat keluarga. 12.00 01022026
Penulis Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional
