Kementerian PPPA Lakukan Sejumlah Langkah Pencegahan agar Kasus Anak di NTT Tidak Terulang

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta Nur Sitepu. (Foto: Antara)

J5NEWSROOM.COM, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengambil berbagai langkah strategis untuk mencegah terulangnya kasus kekerasan terhadap anak di Nusa Tenggara Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Ngada serta Pemerintah Provinsi NTT agar penanganan dan pencegahan dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada intervensi primer sebagai langkah awal pencegahan. “Kami berkoordinasi terutama dengan Pemkab Ngada dan Pemprov NTT untuk intervensi primer agar tidak terjadi keberulangan kasus,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga memastikan adanya pendampingan bagi keluarga korban sebagai bagian dari proses pemulihan.

Selain itu, pemerintah mendorong intervensi sekunder melalui peningkatan deteksi dini di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pribudiarta menilai pentingnya menciptakan lingkungan yang sensitif terhadap kondisi anak sehingga potensi terjadinya kasus serupa dapat dicegah sejak awal. Ia menyampaikan bahwa intervensi dini harus dilakukan agar lingkungan tempat anak tumbuh menjadi lebih peduli dan responsif.

Kementerian PPPA juga menjalankan intervensi tersier dengan fokus pada penanganan kasus secara tuntas melalui manajemen kasus yang terstruktur. Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi keluarga serta memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik bagi seluruh pihak yang terdampak.

Upaya tersebut merupakan respons atas kasus tragis yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada. Pemerintah berharap berbagai intervensi yang dilakukan dapat memperkuat sistem perlindungan anak sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Sumber: Antara
Editor: Agung