AI Hanya Alat Pendukung, Pengamat Ingatkan Tidak Menggantikan Peran Manusia

Ilustrasi Artificial Intelligence. (Foto: AI)

J5NEWSROOM.COM, Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin pesat dinilai membawa banyak manfaat di dunia pendidikan. Namun, pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengingatkan bahwa teknologi tersebut sejatinya hanya berfungsi sebagai alat pendukung bagi manusia, bukan pengganti peran pendidik maupun tenaga profesional lainnya.

Indra Charismiadji menegaskan bahwa AI dapat membantu mempercepat berbagai pekerjaan, termasuk dalam proses pembelajaran. Ia menyebut teknologi ini mampu mempermudah guru dalam menyiapkan materi ajar serta membuat pembelajaran menjadi lebih menarik bagi ananda di kelas. “AI sejatinya adalah alat bantu yang dapat mempermudah kerja pendidik sekaligus meningkatkan minat belajar siswa,” ujar Indra Charismiadji.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memanfaatkan AI dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai dari pembuatan video tutorial hingga konten visual pembelajaran. Menurutnya, penggunaan teknologi yang tepat dapat membantu guru menjadi lebih kreatif dan produktif dalam menyampaikan materi kepada siswa.

Meski demikian, Indra Charismiadji mengingatkan bahwa AI tidak memiliki kemampuan berpikir kritis, empati, serta nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia. Karena itu, peran guru tetap sangat penting sebagai pembimbing, pengarah, sekaligus sosok yang membangun karakter siswa di lingkungan pendidikan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh salah memahami perkembangan teknologi. AI harus diposisikan sebagai alat kolaborasi yang membantu manusia bekerja lebih efisien, bukan sebagai ancaman yang akan menggantikan profesi manusia sepenuhnya.

Indra Charismiadji juga mendorong para pendidik untuk terus meningkatkan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Menurutnya, kombinasi antara kemampuan manusia dan kecanggihan teknologi akan menjadi kunci dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan di era digital yang terus berkembang.

Editor: Agung