Anjing Liar Resahkan Warga Ranai, Sudah ada Korban Gigitan dan Luka terjatuh

Ilustrasi amukan anjing liar. (Foto: AI)

J5NEWSROOM.COM, Ranai – Ancaman anjing liar kini menghantui aktivitas harian warga Kota Ranai. Hampir di setiap sudut kota, kawanan anjing liar terlihat berkeliaran bebas tanpa pengawasan. Situasi yang awalnya dianggap gangguan biasa, kini berubah menjadi persoalan serius yang mengancam keselamatan masyarakat.

Sejumlah warga mengaku mulai merasa hawatir saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat pagi dan sore di mana anjing sering berkeliaran. Anjing liar dilaporkan kerap bersikap agresif, mengejar pejalan kaki, pengendara, bahkan mulai menyerang warga tanpa sebab yang jelas.

Di wilayah Penagi, kondisi tersebut telah memakan korban. Tercatat dua orang warga mengalami gigitan anjing liar, sementara enam warga lainnya dikejar hingga terjatuh dan mengalami luka-luka. Beruntung, para korban berhasil diselamatkan berkat pertolongan warga sekitar. Jika tidak, kemungkinan terjadinya gigitan lanjutan sangat terbuka.

Keresahan warga pun semakin memuncak. Ketua RW 04 Kelurahan Batu Hitam (Penagi), Edi Kurniawan, menyampaikan bahwa keluhan warga sudah berlangsung cukup lama dan terus disuarakan agar segera dicarikan solusi sebelum jumlah korban bertambah.
“Gangguan anjing liar ini sudah lama terjadi. Namun belakangan, warga mulai melapor karena sudah ada yang menjadi korban langsung. Kami sudah menyampaikan permasalahan ini ke pihak kecamatan dan instansi terkait agar segera ada penanganan terhadap keberadaan anjing liar yang sangat meresahkan warga,” ungkap Edi.

Menurutnya, kekhawatiran warga sangat beralasan. Selain sering mengejar dan menyerang, anjing-anjing liar tersebut tidak diketahui pemilik maupun kondisi kesehatannya, sehingga menimbulkan ketakutan akan risiko penyakit berbahaya seperti rabies.

Warga menilai persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sepele atau dibiarkan berlarut-larut. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah tegas, terukur, dan manusiawi, melalui penanganan resmi yang jelas dan berlandaskan aturan, demi menjamin keselamatan masyarakat serta menghindari persoalan hukum di kemudian hari.
“Jangan tunggu korban berikutnya. Jangan tunggu sampai anak-anak yang menjadi sasaran,” tegas salah seorang warga.

Persoalan anjing liar di Kota Ranai kini menjadi alarm darurat bagi pemerintah daerah. Kehadiran dan tindakan nyata dinilai sangat dibutuhkan, sebelum situasi benar-benar lepas kendali dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi keselamatan warga.

Editor: Agung