
Laporan Kontributor J5NEWSROOM.COM di Swiss – Patrick Kaufmann
J5NEWSROOM.COM, Paris – Ganti warga negara tidak selalu menimbulkan kontroversi. Salah satunya di dunia tenis. Lihat saja bagaimana Elena Andreyevna Rybakina, yang semula berpaspor Rusia, namun memilih menggantinya dengan paspor Kazakhstan.
Petenis dengan pukulan servis dahsyat itu, sejak membela Kazakhstan sudah merengkuh dua gelar Grand Slam. Grand Slam pertama direbutnya tahun 2022 di Wimbledon. Sekaligus membuat Kazakhstan menoreh sejarah, sebagai negara pertama yang merengkuh trofi bergengsi Wimbledon dari Asia Tengah.
Saat itu, tidak ada heboh dari netizen Rusia. Sebaliknya, pemerintah Kazakstan bangga dengan prestasi Elena. Elena memilih Kazakhstan karena Rusia, saat itu, sehabis menyerang Ukraina, atletnya dilarang berlaga di kancah olahraga internasional.
Grand Slam kedua, diraih di Australia Open 2026. Elena menaklukkan rekan bekas negaranya, Aryna Sabalengka. Sama seperti menjuarai Wimbledon 2022, netizen Rusia juga tidak mencaci Elena, meskipun atlet yang dikalahkannya adalah Sabalenka, dari Rusia.
Kazakstan adalah negara pecahan Rusia. Tidak sedikit warga Rusia yang masih menetap di Kazakstan. Warga asli Kazakstan juga bisa berbahasa Rusia, karena semasa pendudukan Uni Soviet, bahasa Rusia adalah bahasa wajib di sekolah di Kazakhstan.
Perpindahan ini, bukan hanya menguntungkan Kazakstan, namun juga Elena. Jika tetap berpaspor Rusia, Elena tidak akan bisa tampil di arena Internasional saat itu.
Editor: Saibansah
