
J5NEWSROOM.COM, Natuna – Natuna seperti mendapat aroma dapur raksasa pagi itu. Matahari baru saja naik dari ufuk laut selatan, tetapi halaman Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bunguran Selatan sudah lebih dulu “mendidih” oleh semangat.
Sabtu pagi, 14 Maret 2026, tepat pukul 07.30 WIB, seekor sapi disembelih sebagai bahan utama menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan sekadar potong sapi biasa. Ini adalah sejarah kecil yang lahir dari dapur milik yayasan Peduli Natuna Perbatasan.
Di tengah semilir angin laut Natuna, kegiatan bertajuk “Ramadhan Berkah” itu menjadi yang pertama di Provinsi Kepulauan Riau, di mana dapur SPPG menyajikan menu daging sapi untuk program MBG. Dari proses tersebut, sekitar 74 kilogram daging bersih berhasil diperoleh, yang kemudian diolah menjadi menu bergizi bagi 1.392 penerima manfaat di wilayah Bunguran Selatan.
Kepala SPPG Bunguran Selatan, Athariq Faylan Mawandi, mengatakan penyediaan menu sapi ini merupakan langkah baru untuk menghadirkan variasi makanan yang lebih bergizi bagi para penerima program. “Ini menjadi salah satu upaya kami menghadirkan variasi menu bergizi bagi para penerima manfaat,” ujarnya.
Di balik dapur yang sibuk dan aroma bumbu yang mulai menari di udara itu, berdiri Yayasan Peduli Natuna Perbatasan, lembaga yang menaungi SPPG Bunguran Selatan. Yayasan ini dipimpin Ari Wibowo, yang menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat.
Menurut Ari, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar agenda pemerintah, tetapi juga ikhtiar bersama untuk memastikan generasi di wilayah perbatasan tumbuh sehat dan kuat.
“Kami di Yayasan Peduli Natuna Perbatasan tentu mendukung penuh program pemerintah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis. Kami juga berupaya menjalankan arahan dari Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, agar pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan dengan baik hingga ke daerah perbatasan seperti Natuna,” ujar Ari.
Program ini menyasar berbagai kelompok yang membutuhkan asupan gizi tambahan. Data dari SPPG mencatat 227 penerima manfaat berasal dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Sementara 956 peserta didik serta 198 guru juga turut merasakan manfaat dari program tersebut.
Sebelum menu sapi hadir di dapur MBG Bunguran Selatan, SPPG sebenarnya sudah lebih dulu menyajikan berbagai sumber protein lain. Ayam, ikan, dan telur telah rutin menjadi menu utama. Namun kehadiran daging sapi kali ini memberi warna baru pada piring-piring makan para penerima manfaat.
Di Natuna, tempat di mana laut sering menjadi cerita utama, kini dapur-dapur gizi mulai menulis kisahnya sendiri. Kisah tentang sapi yang dipotong di pagi Ramadhan, tentang panci yang mengepul penuh harapan, dan tentang ribuan piring yang siap diisi bukan sekadar makanan, tetapi juga masa depan yang lebih sehat bagi generasi perbatasan.
Editor: Agung
