
J5NEWSROOM.COM, Islamabad – Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa mencapai kesepakatan. Negosiasi yang difasilitasi pemerintah Pakistan itu menjadi bagian dari upaya meredakan konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Delegasi Iran yang dipimpin Mohammad Bagher Qalibaf bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah kembali ke Teheran setelah menjalani serangkaian pembahasan intensif. Sementara itu, delegasi Amerika Serikat yang dipimpin J. D. Vance juga meninggalkan Islamabad usai perundingan berakhir.
Proses diplomasi yang dikenal sebagai “Islamabad Talks” ini dimediasi langsung oleh pemerintah Pakistan, dengan keterlibatan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Ishaq Dar dan Panglima Angkatan Darat Asim Munir. Diskusi berlangsung melalui beberapa putaran, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Meski sempat diharapkan menghasilkan terobosan, perundingan tersebut belum mampu menjembatani perbedaan mendasar antara kedua pihak. Pakistan pun tetap mendorong Iran dan AS untuk melanjutkan dialog dalam suasana yang konstruktif demi menjaga stabilitas kawasan.
Di tengah kebuntuan tersebut, Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref menegaskan bahwa negaranya akan tetap mempertahankan kepentingan nasional. Ia menekankan komitmen Iran dalam menjaga hak-haknya, termasuk terkait posisi strategis di Selat Hormuz dan tuntutan kompensasi atas konflik yang terjadi.
Perundingan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengakhiri ketegangan antara Iran dan blok Amerika Serikat–Israel. Sebelumnya, Pakistan juga berhasil memediasi gencatan senjata sementara selama dua pekan, meskipun situasi di lapangan masih dinilai rapuh.
Berakhirnya perundingan tanpa hasil menunjukkan bahwa jalan diplomasi masih panjang dan penuh tantangan. Kedua pihak pun memberi sinyal bahwa komunikasi lanjutan tetap diperlukan guna mencari solusi damai atas konflik yang terus memanas.
Editor: Agung
