
J5NEWSROOM.COM, Madinah – Ribuan jamaah haji memadati Masjid Nabawi untuk menunaikan salat Jumat perdana di Tanah Suci, Jumat (24/4/2026). Sejak pagi hari, arus kedatangan jamaah terus mengalir, menciptakan suasana khusyuk di salah satu masjid paling mulia bagi umat Islam.
Para jamaah tampak berlomba hadir lebih awal demi mendapatkan tempat terbaik. Ihsan, jamaah asal Probolinggo, mengaku telah tiba di masjid sekitar pukul 10.00 waktu setempat, jauh sebelum azan berkumandang. Namun, ia tetap mendapati barisan saf depan sudah dipenuhi jamaah lain yang datang lebih dahulu.
Sejak menginjakkan kaki di Madinah pada Rabu (22/4/2026), Ihsan bertekad menjaga konsistensi ibadah berjamaah. Ia berharap dapat menuntaskan target salat Arbain, yakni 40 waktu salat berjamaah tanpa terputus. Salat Jumat perdana di Nabawi, menurutnya, menjadi momen yang sangat dinantikan.
Semangat beribadah juga terlihat pada Anton, jamaah asal Sukabumi yang merupakan penyandang disabilitas. Dengan memanfaatkan fasilitas ramah disabilitas di masjid, Anton tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman. Ia memiliki jalur rutin masuk melalui pintu khusus yang memudahkan akses menuju area pengguna kursi roda. Dalam kesehariannya, ia diantar sang istri hingga pintu masuk sebelum melanjutkan perjalanan sendiri atau dibantu jamaah lain.
Selain memperbanyak ibadah wajib, sebagian jamaah juga memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan amalan sunah, termasuk bersedekah. Ansori, jamaah asal Tegal, terlihat membagikan sedekah kepada petugas kebersihan saat menunggu waktu salat di dalam masjid.
Di sisi lain, Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, mengingatkan seluruh petugas haji agar tetap mengenakan seragam saat bertugas, termasuk ketika melaksanakan salat Jumat. Hal ini penting untuk memudahkan jamaah yang membutuhkan bantuan di tengah padatnya kerumunan. Seragam dinilai menjadi penanda yang mempermudah koordinasi sekaligus memastikan pelayanan tetap optimal.
Pelaksanaan salat Jumat perdana berlangsung tertib dan lancar. Momen ini menjadi awal perjalanan spiritual yang penuh makna bagi para jamaah haji di Madinah.
Editor: Saibansah Dardani
