Senang Bisa Melayani Jemaah Haji Asal Gresik Kirim Paket ke Indonesia

Mobil Pos Indonesia yang standby di depan Hotel Taiba Front Madinah diserbu jemaah haji yang akan mengirim paket ke Indonesia. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Madinah – Saat sedang membantu para petugas haji Sektor 1 Madinah melakukan pemberangkatan jemaah haji embarkasi Surabaya dari Madinah menuju Makkah, Jumat 8 Mei 2026 lalu, Petugas MCH (Media Center Haji) PPIH Arab Saudi 2026 Saibansah Dardani didatangi seorang jemaah haji yang bertanya bagaimana mengirim paket ke Indonesia melalui Pos Indonesia di Madinah.

Pria itu tidak sendiri, ada perempuan paruh baya yang memegangi empat kantong plastik besar. Isinya, aneka oleh-oleh khas Madinah.

“Saya ingin kirim paket ke Gresik,” ujar jemaah haji asal Gresik Jawa Timur itu di depan Hotel Makarem Madinah. Namanya, Mukromin berusia 63 tahun. Istrinya bernama Megariani.

“Tapi saya ingin shalat Jumat dulu,” lanjut Mukromin.

Kebetulan, saat itu saya bersama dengan rekan-rekan MCH 2026, salah satunya wartawati Televisi Indosiar, Pratiwi Kusuma yang memiki akses dengan pegawai Kantor Pos Indonesia di Madinah. Tiwi, demikian wartawati senior itu disapa, kemudian menghubungi narasumbernya tersebut.

“Nanti pegawai Kantor Posnya akan menjemput paket bapak, ini nomor kontaknya, silakan ditelpon ya pak,” ujar Tiwi.

BACA JUGA: Kasektor 1 Madinah Apresiasi Dukungan MCH Angkat Koper Jemaah Haji

Mukromin dan Megariani pun lega. Karena sebelumnya, pasangan ini kebingungan mencari alamat Kantor Pos Indonesia di Madinah. Sementara mereka membawa empat kantong plastik besar berisi oleh-oleh.

Petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026 Saibansah Dardani meliput kesibukan pegawai Pos Indonesia di Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

Memang, tidak sedikit dari jemaah haji gelombang pertama yang landing di Madinah, belanja berbagai macam oleh-oleh untuk dikirim ke Indonesia. Jadi, saat nanti berangkat ke Makkah, mereka fokus menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji, tidak mikir oleh-oleh lagi. Teorinya sih begitu, tapi biasanya, begitu sampai di Makkah, ada saja jemaah haji yang tergoda memborong lagi oleh-oleh. Biasa itu.

Pos Indonesia Banjir Paket Jemaah Haji

Layanan kargo yang disediakan Pos Indonesia di Kota Madinah ramai dimanfaatkan jemaah haji Indonesia untuk mengirim berbagai oleh-oleh ke Tanah Air. Barang yang dikirim beragam, mulai dari Al Quran, sajadah, kurma, pakaian, aksesoris, parfum, hingga cokelat.

Selain itu, sejumlah jemaah juga tampak mengirim boneka unta dan peci haji sebagai buah tangan bagi keluarga di rumah.

Pos Indonesia membuka layanan pengiriman dengan sistem jemput bola di sekitar hotel tempat jemaah menginap. Pada Jumat (15/5/2026), petugas terlihat melayani pengiriman di sekitar Hotel Maysan Al Harithia, Madinah.

Dalam layanan tersebut, petugas menyediakan kardus berukuran M, L, dan XL. Jemaah hanya perlu memasukkan barang ke dalam kardus, kemudian paket ditimbang sebelum diproses untuk pengiriman.

Tingginya antusiasme jemaah membuat antrian pengiriman tidak terhindarkan. Rata-rata jemaah harus menunggu sekitar 30 menit untuk mendapatkan layanan.

Salah seorang jemaah haji khusus embarkasi Solo, Arithia, mengaku terbantu dengan adanya layanan kargo tersebut karena dapat mengurangi beban barang bawaan di koper.

“Saya kirim 10 kilogram. Sudah saya seleksi sebelumnya supaya tidak terlalu berat,” ujar Arithia.

Adapun tarif pengiriman dipatok sekitar 23 riyal Saudi atau setara Rp 108.000 per kilogram dengan cakupan layanan ke seluruh wilayah Indonesia.

Petugas Pos Indonesia, Resnu, mengatakan proses pengiriman relatif cepat apabila tidak mengalami kendala. “Kalau tidak ada hambatan, barang bisa sampai dalam 7 sampai 14 hari,” katanya.

Menurut dia, tidak sedikit jemaah yang mengirim barang dalam jumlah besar. Bahkan, ada paket dengan berat lebih dari 50 kilogram yang dikirim ke luar Pulau Jawa.

Biaya pengiriman untuk paket berukuran besar tersebut dapat mencapai lebih dari Rp 10 juta akibat tambahan ongkos kelebihan berat.

Tingginya minat jemaah terhadap layanan kargo ini menunjukkan kebutuhan akan layanan pengiriman barang yang praktis selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Editor: Saibansah Dardani