Pengelolaan Dam Haji Berbasis Teknologi, Adahi Pastikan Distribusi Daging Tepat Sasaran

Perwakilan Humas Adahi, Talal Abdullah Al Harbi, memaparkan pengelolaan daging dam jemaah haji Indonesia. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Makkah – Program pemanfaatan hewan kurban Kerajaan Arab Saudi melalui Adahi terus melakukan modernisasi dalam tata kelola penyembelihan dan distribusi daging dam haji. Transformasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan berjalan lebih efisien, higienis, serta tepat sasaran dalam penyaluran manfaat kepada masyarakat.

Perwakilan Humas Adahi, Talal Abdullah Al Harbi, mengatakan sistem pengelolaan kurban di Arab Saudi telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan masa sebelum program Adahi dijalankan pada 1403 Hijriah atas arahan Raja Fahd.

Menurut Talal, sebelum adanya sistem terintegrasi, praktik penyembelihan ilegal masih banyak ditemukan sehingga menyebabkan sebagian daging tidak termanfaatkan secara optimal. Kini, seluruh proses pengelolaan kurban berada di bawah pengawasan yang lebih ketat dan didukung teknologi modern.

Ia menjelaskan bahwa sejak musim haji 1447 Hijriah, layanan pembelian dam dan kurban telah terintegrasi dengan aplikasi Nusuk. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat melakukan transaksi secara digital dan memantau prosesnya dengan lebih mudah.

Pada musim haji tahun ini, Adahi menangani sekitar 1,2 juta ekor kambing, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1 juta ekor. Operasional tersebut didukung area pengelolaan seluas hampir satu juta meter persegi dan tujuh lokasi penyembelihan.

Talal menyebut efisiensi menjadi salah satu fokus utama dalam pengelolaan hewan kurban. Dengan dukungan teknologi dan sistem kerja yang terstandar, proses penyembelihan dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat untuk setiap ekor hewan.

Untuk menjamin kualitas dan akurasi, Adahi menerapkan berbagai teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendeteksi jumlah hewan serta sistem penimbangan dengan tingkat akurasi tinggi. Selain itu, sebanyak 1.250 kamera pengawas ditempatkan di seluruh area operasional guna memantau proses penyembelihan selama beberapa hari setelah Idul Adha.

Pemeriksaan kesehatan hewan juga dilakukan secara berlapis. Hewan kurban terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh dokter hewan di negara asal sebelum diperiksa kembali saat tiba di Arab Saudi. Setelah itu, hewan ditempatkan dalam masa karantina sebelum memasuki tahap penyembelihan.

Dalam proses penyimpanan, Adahi memanfaatkan teknologi pembekuan ekstrem hingga minus 80 derajat Celsius. Teknologi tersebut memungkinkan daging dibekukan dalam waktu singkat sehingga kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.

Daging yang telah diproses kemudian didistribusikan dalam berbagai bentuk, baik sebagai daging beku maupun produk siap konsumsi. Penyaluran manfaat dilakukan untuk kebutuhan dalam negeri Arab Saudi maupun berbagai negara lain yang membutuhkan bantuan pangan.

Menurut Talal, hingga kini program tersebut telah menjangkau sekitar 30 juta penerima manfaat di 27 negara, termasuk wilayah-wilayah yang menghadapi krisis kemanusiaan seperti Palestina dan Yaman.

Sementara itu, Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, Afief Mundzir, mengatakan kunjungan jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ke fasilitas Adahi bertujuan memastikan proses penyembelihan dan distribusi dam jemaah Indonesia berjalan sesuai syariat dan prosedur yang berlaku.

Afief mengungkapkan jumlah jemaah Indonesia yang menyalurkan dam melalui saluran resmi Adahi meningkat signifikan pada musim haji tahun ini. Tercatat sekitar 135.000 jemaah menggunakan layanan tersebut, meningkat dibandingkan sekitar 80.000 jemaah pada tahun sebelumnya.

Menurut dia, peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan jemaah terhadap sistem yang disediakan pemerintah melalui jalur resmi. Selain memberikan kemudahan, mekanisme tersebut juga dinilai lebih tertib, transparan, dan menjamin keamanan pelaksanaan ibadah dam.

Afief menambahkan, kerja sama dengan Adahi tidak hanya memastikan pelaksanaan dam berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperluas manfaat sosial melalui distribusi daging kepada masyarakat yang membutuhkan. Seperti tahun sebelumnya, sebagian daging dam tahun ini juga direncanakan disalurkan untuk membantu masyarakat Palestina.

Ia menegaskan bahwa prinsip akuntabilitas dan transparansi akan terus diperkuat dalam penyelenggaraan ibadah dam pada musim haji mendatang guna menjaga kepercayaan jemaah serta meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

Editor: Saibansah Dardani