
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan DPR RI sepakat memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Dasco mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi perkembangan ekonomi nasional sekaligus memperkuat koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter agar mampu saling mendukung dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih baik.
Sementara itu, Perry Warjiyo menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter selama ini telah berjalan erat dan akan terus diperkuat. Menurut dia, kedua instrumen kebijakan tersebut harus bergerak searah untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah.
Dalam penguatan koordinasi tersebut, terdapat dua fokus utama. Pertama, meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik agar arus modal asing kembali masuk ke pasar keuangan nasional. Langkah ini dinilai penting untuk menopang stabilitas rupiah di tengah tingginya suku bunga global yang memicu keluarnya sebagian dana investasi dari pasar domestik.
Fokus kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang disiplin, disertai penyesuaian remunerasi atau imbal hasil yang dibayarkan BI kepada pemerintah.
Di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa menilai sinergi yang semakin kuat antara kebijakan fiskal dan moneter akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia. Ia optimistis langkah tersebut dapat memperkuat nilai tukar rupiah dan mengurangi tekanan biaya yang selama ini dirasakan pelaku usaha maupun masyarakat akibat tingginya harga barang impor.
Senada dengan itu, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa koordinasi yang intensif antar-lembaga menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, kebijakan fiskal dan moneter harus terus saling memperkuat agar perekonomian tetap mampu menghadapi berbagai tantangan global.
Pemerintah juga berkomitmen mempercepat pengembangan sektor ekonomi riil melalui berbagai program strategis di bidang pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat dan berkelanjutan.
Editor: Agung
