Saat Busana Khas Jemaah Haji Sulsel Tarik Perhatian di Bandara Jeddah, Menhaj Sebut Tradisi Unik

Jemaah haji asal Sulawesi Selatan saat akan meninggalkan bandara Jeddah menuju tanah air. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Jeddah – Kepulangan jemaah haji asal Sulawesi Selatan kembali mencuri perhatian di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Busana muslim yang dikenakan para jemaah dengan warna-warna beragam dan nuansa khas Timur Tengah menciptakan pemandangan yang menarik perhatian petugas maupun jemaah dari berbagai negara.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menilai penampilan tersebut merupakan bagian dari tradisi yang telah lama melekat pada jemaah haji asal Sulawesi Selatan.

“Ini memang menjadi salah satu ciri khas jemaah Sulawesi Selatan. Selama tidak bertentangan dengan syariat, hal itu tidak menjadi persoalan dan justru memberikan suasana yang menyenangkan,” kata Irfan saat menyambut kepulangan jemaah Kloter UPG 7 di Bandara Jeddah.

Menurut dia, tradisi tersebut kerap terlihat hampir setiap musim haji. Keseragaman busana yang dikenakan secara berkelompok membuat rombongan jemaah Sulawesi Selatan tampil menonjol saat berada di area bandara.

Bagi sebagian jemaah asal Sulawesi Selatan, membeli busana khas Arab Saudi telah menjadi bagian dari pengalaman selama menunaikan ibadah haji. Berbagai jenis pakaian muslim, seperti abaya dan gamis, kerap dibeli saat waktu senggang maupun ketika mengikuti kegiatan wisata kota.

Busana yang baru dibeli tersebut kemudian banyak dikenakan saat perjalanan pulang ke Indonesia. Ketika digunakan secara bersamaan oleh anggota rombongan, penampilan mereka kerap menjadi perhatian karena menghadirkan kesan serasi dan unik.

Tradisi tersebut juga menjadi bentuk ekspresi kegembiraan setelah para jemaah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Selain membawa oleh-oleh untuk keluarga, mereka ingin membawa pulang kenangan dari Tanah Suci melalui pakaian yang dibeli selama berada di Arab Saudi.

Meski demikian, Irfan mengingatkan agar jemaah tetap menjaga kesederhanaan dan tidak berlebihan dalam berpenampilan. Menurut dia, selama tidak melanggar nilai-nilai syariat, tradisi tersebut dapat dipandang sebagai bagian dari kekayaan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Di tengah suasana kepulangan yang dipenuhi rasa syukur dan haru, rombongan jemaah Sulawesi Selatan dengan busana khas mereka menjadi pemandangan tersendiri di Bandara Jeddah. Kehadiran mereka tidak hanya mencerminkan antusiasme membawa kenangan dari Tanah Suci, tetapi juga menambah warna dalam proses pemulangan jemaah haji Indonesia.

Editor: Saibansah Dardani