
J5NEWSROOM.COM, Madinah – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah haji di Madinah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan klinik satelit di lokasi baru yang dinilai lebih strategis guna mempercepat akses pelayanan medis bagi jemaah.
Petugas Kesehatan Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Much Agung, mengatakan klinik satelit kini beroperasi di Hotel Manazil Al Rahma dan telah disiapkan untuk melayani berbagai kebutuhan kesehatan jemaah, terutama pemeriksaan rawat jalan.
“Klinik satelit ini telah kami siapkan untuk pelayanan kesehatan jemaah, termasuk pemeriksaan rawat jalan yang dapat dilakukan langsung di lokasi,” ujar Agung di Madinah, Selasa (9/6/2026) lalu.
Menurut dia, klinik tersebut juga menghadirkan sistem layanan baru yang memungkinkan pengambilan sampel darah di lokasi. Sampel kemudian dikirim ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, sehingga proses diagnosis dapat berlangsung lebih cepat.
“Dengan sistem ini, alur pemeriksaan laboratorium menjadi lebih efisien karena pengambilan sampel dapat dilakukan di klinik satelit sebelum diteruskan ke KKHI,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan menerapkan sistem triase untuk menentukan tingkat kegawatan kondisi pasien. Jemaah dengan kondisi darurat akan segera dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, sementara pasien dengan keluhan ringan hingga sedang dapat ditangani langsung di klinik satelit.
Agung menjelaskan, keberadaan klinik satelit bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada jemaah sehingga penanganan medis dapat diberikan lebih cepat sesuai kebutuhan.
Ia juga mengingatkan jemaah yang memiliki riwayat penyakit kronis agar tetap disiplin mengonsumsi obat-obatan yang dibawa dari Indonesia. Menurutnya, kepatuhan terhadap pengobatan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah haji.
Selain itu, jemaah diminta menyampaikan setiap keluhan kesehatan kepada dokter kloter. Selanjutnya, dokter kloter akan berkoordinasi dengan tim kesehatan sektor untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Koordinasi antara jemaah, dokter kloter, dan tim kesehatan sektor penting agar pemantauan kondisi kesehatan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Agung.
Untuk memastikan layanan tetap tersedia setiap saat, klinik satelit akan beroperasi selama 24 jam dengan sistem piket bergantian. Pelayanan tersebut melibatkan Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter yang bekerja sama dengan tim kesehatan sektor.
Dengan sistem layanan yang terintegrasi dan dukungan petugas yang siaga sepanjang hari, PPIH berharap kebutuhan kesehatan jemaah selama berada di Madinah dapat ditangani secara cepat dan optimal.
Editor: Saibansah Dardani
