Srikandi PLN Batam Gelar Program ‘Srikandi Sahabat Anak’ Pesantren Imam Syafi’i

Srikandi PT PLN Batam saat mengedukasi keselamatan ketenagalistrikan dan kesiapsiagaan bencana di Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Imam Syafi’i Batam. (Foto: Humas PLN Batam)

J5NEWSROOM.COM, Batam – Srikandi PT PLN Batam melalui program Srikandi Sahabat Anak dan Srikandi Movement menggelar edukasi keselamatan ketenagalistrikan dan kesiapsiagaan bencana di Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Imam Syafi’i Batam. Dalam kegiatan tersebut, PLN Batam juga menyerahkan bantuan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan rambu-rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai upaya meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan pendidikan.

Program yang dilaksanakan pada 23 Juli 2026 itu mengusung tema “Perempuan Tangguh Bencana”, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan santri dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk kebakaran dan bahaya kelistrikan.

PPIT Imam Syafi’i dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena menerapkan sistem boarding school, di mana para santri tinggal dan beraktivitas selama 24 jam di lingkungan pesantren. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kesiapsiagaan yang lebih baik terhadap berbagai potensi keadaan darurat.

Selain menyerahkan bantuan APAR dan rambu K3, tim Srikandi PLN Batam juga memberikan sosialisasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan serta simulasi penggunaan APAR. Kegiatan tersebut diikuti oleh 269 santri putra, 181 santri putri, serta para tenaga pendidik di lingkungan pesantren.

Ketua Srikandi PLN Batam yang juga menjabat sebagai Vice President Human Capital and General Affairs (HCGA) PLN Batam, Euis Hermawati, mengatakan pendidikan mengenai keselamatan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari budaya sehari-hari.

“Melalui program Srikandi Sahabat Anak dan Srikandi Movement, kami ingin menghadirkan manfaat berupa penyediaan sarana pendukung keselamatan dan peningkatan kapasitas para santri dan santriwati yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Kami berharap mereka mampu memahami langkah-langkah pencegahan, merespons kondisi darurat dengan tepat, serta menjadi agen edukasi keselamatan bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Euis.

Menurutnya, sekolah dan lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Euis menambahkan, Srikandi PLN Batam terus berkomitmen menjalankan berbagai program sosial yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, keselamatan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat. Kami percaya bahwa budaya keselamatan harus dibangun sejak dini dan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala PPIT Imam Syafi’i Batam, Khaidir, mengapresiasi kepedulian PLN Batam dalam meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan di lingkungan sekolah melalui edukasi dan bantuan fasilitas pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Batam, khususnya Srikandi PLN Batam, atas bantuan yang telah diberikan. Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan warga sekolah menghadapi keadaan darurat sekaligus menambah wawasan mengenai pentingnya budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Khaidir.

Melalui program tersebut, PLN Batam menegaskan komitmennya tidak hanya menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi keselamatan dan program tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan.

Editor: Agung