DPR Minta BGN Segera Benahi Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Ilustrasi Gedung DPR. (Foto: Ist)

J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera menindaklanjuti temuan sekitar 6 juta data ganda penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul Munasichin, menilai keberadaan data ganda menunjukkan masih terdapat persoalan dalam sinkronisasi basis data antarlembaga. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi ketepatan sasaran penyaluran program MBG.

Zainul mendorong BGN melakukan pemutakhiran sekaligus verifikasi data secara menyeluruh. Langkah tersebut diperlukan agar satu penerima manfaat tidak tercatat lebih dari satu kali dalam sistem.

Menurut dia, proses penyisiran data juga penting untuk memastikan anggaran negara digunakan secara optimal. Data yang telah diperbaiki dapat menjadi dasar untuk memperluas jangkauan program kepada anak-anak yang hingga kini belum mendapatkan manfaat MBG.

“Temuan ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola data penerima MBG,” kata Zainul, Sabtu (8/8/2026).

Ia mengingatkan agar persoalan administrasi tidak menyebabkan anak-anak yang membutuhkan program tersebut justru terlewat. Menurutnya, pembenahan data dapat membuka peluang bagi pemerintah untuk menjangkau kelompok penerima yang selama ini belum terakomodasi.

Perhatian khusus, kata Zainul, perlu diberikan kepada anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Di sejumlah daerah tersebut masih terdapat persoalan kerawanan pangan, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, hingga kondisi ekonomi keluarga yang kurang memadai.

Program MBG dinilai memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi anak. Selain mendukung kesehatan, asupan makanan bergizi juga diharapkan dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan prestasi siswa selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Zainul menilai penutupan celah data ganda dapat memberikan ruang bagi pemerintah untuk memperluas cakupan penerima manfaat. Dengan demikian, anak-anak yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh program tersebut secara lebih merata.

Ia juga mengingatkan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.

Karena itu, menurut Zainul, keberhasilan program tidak cukup hanya ditentukan oleh besarnya anggaran. Akurasi data penerima juga menjadi faktor penting agar pelaksanaan MBG berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Perbaikan data bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah penting untuk memastikan keadilan, efektivitas, dan pemerataan manfaat program di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan adanya sekitar 6 juta data yang terindikasi ganda dalam basis data penerima MBG. Temuan tersebut muncul setelah dilakukan sinkronisasi data lintas kementerian dan lembaga.

Salah satu penyebabnya adalah adanya peserta didik yang tercatat dalam lebih dari satu basis data, misalnya sebagai siswa madrasah sekaligus sebagai santri pondok pesantren. Proses validasi dan penyisiran data masih dilakukan untuk memastikan jumlah sebenarnya sekaligus memperbaiki basis data penerima MBG.

Editor: Agung