
J5NEWSROOM.COM, Batam – DPRD Kota Batam meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batam menyusun kebutuhan anggaran berdasarkan kondisi nyata pembinaan atlet. Langkah tersebut dinilai penting agar program pembinaan berjalan berkelanjutan dan atlet berprestasi tidak berpindah membela daerah lain.
Permintaan itu disampaikan dalam rapat koordinasi Komisi IV DPRD Kota Batam bersama KONI dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Batam terkait pelaksanaan anggaran KONI Tahun Anggaran 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Dandis Rajagukguk mengatakan, penyusunan anggaran harus didasarkan pada kebutuhan yang benar-benar dihadapi dalam pembinaan atlet.
Menurut dia, KONI dan Dispora perlu terlebih dahulu melakukan kajian bersama sebelum mengajukan kebutuhan anggaran kepada DPRD.
“Kita sarankan mereka supaya memberikan masukan yang betul-betul real dan mengkaji antara Dispora dengan pihak KONI. Setelah itu mereka memberikan hasil diskusinya ke DPRD,” ujar Dandis di Kantor DPRD Batam, Jumat (14/8/2026).
Dandis mengatakan, kebutuhan anggaran perlu disusun secara terukur dengan mempertimbangkan berbagai agenda olahraga yang akan diikuti atlet Batam.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar di Tanjungpinang dalam beberapa bulan mendatang.
Namun, dalam rapat tersebut belum diperoleh angka final mengenai kebutuhan anggaran KONI, baik untuk pembinaan maupun pemberian penghargaan kepada atlet berprestasi.
“Rangka atau angka anggaran ideal itu belum muncul,” katanya.
Menurut Dandis, angka kebutuhan yang jelas diperlukan agar pemerintah daerah dapat mengetahui besaran dukungan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun sistem pembinaan olahraga secara berkelanjutan.
Selain persoalan anggaran, DPRD Batam menyoroti atlet berprestasi asal Batam yang kemudian direkrut atau mendapatkan pembinaan dari daerah lain.
Dandis menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena pembinaan atlet seharusnya tidak berhenti setelah seorang atlet meraih prestasi.
Menurut dia, pemerintah daerah bersama KONI perlu memiliki sistem pembinaan yang mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan atlet berprestasi agar tetap membela Kota Batam.
Dukungan anggaran, kata dia, tidak hanya dibutuhkan untuk proses pembinaan, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan kepada atlet yang telah mengharumkan nama daerah.
“Proteksi yang berprestasi dan pembinaan itu memang kita tidak terlepas dari anggaran untuk pembinaan dan anggaran untuk pemberian penghargaan kepada yang berprestasi,” ujar Dandis.
Ia berharap Batam tidak hanya mampu mencetak atlet berprestasi, tetapi juga mempertahankan mereka agar tetap berada dalam pembinaan daerah.
“Kita berharap Batam juga bisa memunculkan atlet-atlet yang berprestasi. Bukan hanya memunculkan, tapi merawat juga atlet yang sudah berprestasi supaya tetap berada di naungan Kota Batam,” katanya.
DPRD Batam juga mendorong agar pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang sejak usia pelajar.
Menurut Dandis, pembinaan awal dapat dilakukan melalui masing-masing cabang olahraga tempat atlet bernaung. Atlet yang menunjukkan perkembangan dan prestasi selanjutnya dapat memperoleh dukungan lebih lanjut dari KONI.
“Dari pelajar tetap di atlet itu bernaung di cabang-cabangnya masing-masing. Dari cabang lah dia baru bisa dibantu oleh KONI dan nanti dia akan diperhatikan oleh KONI,” ujarnya.
Pola pembinaan berjenjang dinilai dapat membantu pemerintah daerah dan organisasi olahraga memetakan potensi atlet sejak usia dini hingga mencapai tingkat prestasi yang lebih tinggi.
DPRD Batam berharap KONI dan Dispora segera menyusun kebutuhan anggaran berdasarkan kondisi riil di lapangan. Dengan perencanaan yang realistis, anggaran olahraga diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyerapan, tetapi juga mendukung proses pencarian, pembinaan, pemberian penghargaan, hingga mempertahankan atlet terbaik Batam.
“Dengan begitu, anggaran tidak sekadar terserap, tetapi benar-benar mampu melahirkan, membina, memberi penghargaan, sekaligus mempertahankan atlet-atlet terbaik Batam,” kata Dandis.
Editor: Alia Safira
